Glaukoma telah lama dikenal dapat merusak saraf penglihatan secara permanen dengan akibat fungsi mata terganggu dan dapat berakhir dengan kebutaan. Glaukoma merupakan suatu kumpulan gejala yang mempunyai suatu karakteristik optic neuropati yang berhubungan dengan hilangnya lapangan pandang. Walaupun kenaikan tekanan intra okuli adalah salah satu dari faktor resiko primer. Penyebab utama adalah tekanan mata yang tinggi. Tekanan bola yang umum dianggap umum normal adalah 10-21 mmHg. Pada banyak kasus peningkatan bola mata dapat disebabkan oleh peningkatan resistensi aliran akuos humor. Beberapa faktor resiko dapat menyertai perkembangan suatu glaukoma termasuk riwayat keluarga, usia, jenis, kelamin, ras, genetic, variasi diurnal, olahraga, obat-obatan.
dr. Harumi Purwa dalam talkshow bersama 92,6 FM Radio Publik Kota Denpasar menjelaskan proses kerusakan pupil saraf optic (cupping) akibat tekanan intra okuli yang tinggi atau gangguan vascular ini akan bertambahan luas seiring dengan terus berlangsungnya kerusakan jaringan sehingga skotoma pada lapangan pandang makin bertambah luas. Pada akhirnya terjadi penyempitan lapangan pandang dari ringan sampai berat. Beberapa jenis glaukoma yaitu: (a) Glaukoma Primer : berbakat (b)Glaukoma terjadi setelah ada sebab yang mendahuluinya (c) Glaukoma Kronik : penampilan mata seperti mata normal (d) glaukoma akut (e) glaukoma akut: mata merah, kornea kelabu (hijau biru), pupil lebar, sakit hebat kepala, dan mata, muntah muntah (f) Glaukoma Kongenital : bola mata besar, kornea kelabu.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah glaukoma akut yaitu senantiasa memakai kacamata plusnya (untuk jauh), tidak sembarangan menetes obat yang melebarkan pupil, tidak berada ditempat gelap, tidak emosional yang berlebihan bila bilik mata depan dangkal dilakukan iridotomi laser. Pada umumnya pengobatan glaukoma ditunjukkan untuk menurunkan tekanan mata yaitu obat tetes, obat makan(Asetazolamid, Gliserin), Sinar Laser, Operasi Mata, dan lain-lain. Apabila dilakukan penanganan dini dan tepat sebelumnya, kemungkinan komplikasi dapat diminimalkan, akan tetapi saat ini tindakan yang tepat untuk dilakukan adalah pembedahan. Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan namun dapat dicegah melalui tindakan preventable yang memerlukan kedisiplinan dan keteraturan. (ERD)
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026