Talkshow Bersama RS Wangaya ( 18 Pebruari 2016 )
Tema : VIRUS ZIKA DAN DEMAM BERDARAH
Nara Sumber : DR. A A Made Widiasa SP. A
Host : Wisnu
Perkembangan penyakit yang di sebabkan gigitan nyamuk sekarang ini semakin kompleks, seperti yang berkembang sekarang ini salah satunya adalah Virus Zika dan DBD, yang merupakan virus dengan penularannya melalui media nyamuk Aedes Aegypti , masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.
Sejarah Virus Zika ini pertama di Identifikasi pada tahun 1947 di Negara Uganda . Temuan pertama kali dari kasus Virus Zika justru di dapatkan dari kasus demam yang muncul pada kera asli endemic Uganda. Kemudian virus ini menjangkit manusia dan pernah menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas pada tahun 1954.
Menurut DR. A A Made Widiasa SP.A, adapun gejala infeksi virus Zika dan DBD diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, kelemahan, dan terjadi peradangan konjungtiva, terjadi gangguan saraf, dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2 – 7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7 – 12 hari.
Persamaan Virus Zika dan DBD yaitu sama – sama ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti, dengan gejala demam tinggi, bintik – bintik pada kulit, dan adanya pendarahan, rasa linu hebat pada persendian dan tulang, disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut, dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat.
Perbedaan Virus Zika dan DBD, Virus Zika mempunyai 3 gejala khusus yaitu :
1. Konjungtivitis yaitu penderita Virus Zika biasanya mengalami konjungtivitis, radang selaput mata sehingga pasti matanya memerah, sedangkan pada pasien demam berdarah tidak terjadi.
2. Muculopapular rash yaitu pada pasien Zika ada Muculopapular rash atau bercaknya seperti timbul, sebanyak 85,7 % pasien Zika memiliki rash pada kulitnya, tidak hanya bercak merah, berbeda dengan DBD.
3. Mikrosefalus yaitu penderita Virus Zika biasanya mengalami kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata – rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Kepala dikatakan lebih kecil jika ukuran lingkar kepala kurang dari 42 cm atau lebih kecil dari standar deviasi 3 di bawah angka rata – rata, sedangkan pada pasien DBD tidak terjadi.
Cara pencegahan terhadap penularan Virus Zika dan DBD dapat dilakukan dengan :
1. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN )
2. Melakukan 3M Plus ( Menguras, Mengubur, Menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas.
3. Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi Virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodorant. ( GP )
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026