Kamis, 22 September 2016
Tema : Rangkaian Upacara Pengerebongan
Narasumber : Bapak Wayan Turun ( Budayawan Desa Adat Kesiman )
Host : Wisnu
Desa Kesiman Petilan akan melaksanakan Upacara keagamaan yang biasa di sebut dengan “ Upacara Pengerebongan “ yang mana upacara ini di hadiri oleh seluruh warga desa Kesiman yang ikut mengusung Pura tersebut. Upacara Pengerebongan di laksanakan oleh penduduk setempat setiap 210 hari yakni pada hari Minggu wuku Medangsia ( Redite Medangsia ) atau tepatnya seminggu setelah Hari Raya Kuningan.
Menurut Bapak Wayan Turun selaku narasumber, Upacara Pengerebongan merupakan ritual yang di wariskan oleh Puri Agung Kesiman, dan apabila di lihat dari segikata, Pengerebongan sendiri berasal dari kata “ Rebu “ yang dalam bahasa kawi berarti pesta yang bertujuan untuk menghibur atau membesarkan hari seseorang. Kata ini mendapat awalan “ pe “ dan akhiran “ an “ menjadi “ Pengerebuan “, perlahan kata ini berubah menjadi Pengerebong, hingga akhirnya menjadi Pengerebongan. Upacara ini di mulai pukul : 08.00 yang di awali dengan melakukan Upacara “ Nyanjan dan Nuwur yang bertujuan untuk memohon kekuatan suci bhatara - bhatari agar turun melalui pradasar – Nya dari para umat, yang di lanjutkan dengan acara “ tabuh rah “ ( taburan darah binatang yang di gunakan dalam rangka upacara agama atau yadnya. )
Pada acara ini para mangku dan semua Bhatara seperti : pratima, barong, rangda, dan ratu ayu yang ada di pura - pura desa adat kesiman di hadirkan ( lunga ) ke pura dalem pengerebongan sebelum dilakukan ritual. Setelah semuanya berkumpul barulah acara ini di mulai, yaitu semua mangku dan bhatara berjalan mengelilingi wantilan sebanyak tiga ( 3 ) kali, pada saat melakukan ritual ini banyak dari orang yang mengusung barong dan rangda mengalami kerauhan dan tak jarang para pengunjung juga ikut kerauhan atau kesurupan, ucap Bapak Wayan Turun selaku Budayawan Desa Adat Kesiman.
Setelah ritual mengelilingi wantilan usai, acara di lanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama, yang mana acara ini merupakan acara puncak dari serentetan acara yang telah di lakukan sebelumnya. Adaupun makna dari Upacara Pengerebongan ini adalah untuk mengingatkan kebersamaan umat hindu melalui ritual sakral untuk menjaga keharmonisan yaitu dengan memelihara hubungan manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan Tuhan. Selain itu, tujuan dari pelaksanaan Upacara ini adalah untuk tetap menjaga eksistensi kebudayaan Bali di tengah era globalisasi saat ini, yang mana sisi - sisi kebudayaan semakin memudar dan tak jarang di gantikan oleh kebudayaan modern. ( GP )
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026