Topik : Mengenali Perbedaan Gejala DBD dan Tifus
Hari/Tanggal : Kamis, 9 April 2015
Narasumber : Bapak dr.Wirama S.p.PD RSUD Wangaya
Penyiar : Beny Cahayadi
Gejala umum yang terjadi pada penderita penyakit DBD dan Tifus sangat mirip jadi hampir sulit dikenali, seperti munculnya panas badan yang naik turun dan disertai mual - mual, dan jika terlambat ataupun salah penanganan pada penderita bahkan bisa menyebabkan kematian. Pada penyakit DBD ditimbulkan oleh virus dengue, yang disebabkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti, yang biasanya menggigit di siang hari. Penularan DBD melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya menggigit orang yang sudah terkena penyakit ini, lalu berpindah ke orang lainnya yang sehat. Virus DBD dapat menyebar dalam tubuh penderita, jika kondisi badan seseorang lemah dan sakit.
Sedangkan penyakit tifus disebabkan oleh bakteri yang disebut salmonella typhi, yang disebarkan oleh serangga pembawa bakteri lalu menghinggapi makanan dan minuman dan dikonsumsi oleh manusia. Gejala umum yang nampak pada seseorang yang terdeteksi teridap penyakit tifus biasanya merasakan mual dan demam yang tinggi namun tidak menimbulkan bercak - bercak kemerahan pada kulit penderita seperti yang nampak pada penderita DB.
Untuk mengetahui seseorang terkena penyakit DB atau penyakit tifus, penderita dapat memeriksakan diri ke klinik - klinik terdekat dengan mendeteksi tingkat trombositnya. Pada satu kasus penyakit ini bisa terjangkit bersamaan, jadi dimana seseorang yang sebelumnya di ketahui terkena penyakit DB bisa saat itu juga diidentifikasi terkena penyakit tifus, ini tergantung dari daya tahan tubuh seseorang dan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi penderita. Apabila seorang penderita DB mengalami kekentalan pada darah, ini bisa dikarenakan trombosit dari si penderita sedang mengalami penurunan. Pada kasus lain gejala penyakit tifus bisa terjadi sampai tiga kali, hal ini disebabkan oleh infeksi yang berulang dikarenakan kuman atau bakteri pada tubuh itu tidak sepenuhnya hilang, yang menyebabkan seseorang bisa terinfeksi kembali. Untuk mengantisipasi gejala penyakit DB dan Tifus ini , diharapkan kepada warga kota untuk dapat menjaga ketahanan tubuh dengan cara menerapkan pola hidup sehat.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026