TALKSHOW WACANA PRAJA, SELASA, 15 MARET 2011
TALKSHOW WACANA PRAJA, SELASA, 15 MARET 2011
Berbicara mengenai keamanan tentu merupakan harapan semua orang. Keamanan berarti luas mencakup keadaan bebas dari bahaya, kejahatan maupun kecelakaan. Dalam mewujudkan keamanan di Kota Denpasar, RPKD FM menggelar Talkshow Interaktif Wacana Praja pada Selasa, 15 Maret 2011. Talkshow dengan tema, “Mewujudkan Situasi Kamtibmas di Kota Denpasar†menghadirkan 3 orang narasumber yakni ; Bapak A. A. Pt. Oka Suwetja, SH, M.Si yang merupakan Bendesa Desa Pekraman Denpasar. Hadir pula Bapak Sang Gede Suicawiyasa, SIP, MM selaku Kasat Binmas Polresta Denpasar serta Bapak I Ketut Sumarsha selaku Sekretaris Dinas Trantib dan Satpol PP Kota Denpasar. Talkshow berlangsung selama 2 kali 60 menit dipandu oleh penyiar Yenni RPKD.
Dipaparkan oleh bapak Agung Suwetja bahwa situasi kota Denpasarsetelah Nyepi dengan penataan jalan Gajah Mada, Sulawesi, dan Kartini tampak lebih tertib. Namun demikian, Bapak Agung tetap menghimbau agar masyarakat senantiasa menjaga agar kota Denpasar bisa tetap kondusif sebagai kota berwawasan budaya. Dilanjutkan oleh bapak Suicawiyasa yang menjelaskan bahwa Situasi Kamtibmas kota Denpasar sampai saat ini masih aman terkendali. Menyikapi kejadian – kejadian seperti pada saat pawai ogoh – ogoh sudah diantisipasi dengan mengumpulkan anak – anak muda untuk diajak bicara dan duduk bersama. Sedangkan untuk pertikaian – pertikaian yang sempat terjadi sudah dapat terkendali. Selanjutkan oleh bapak Sumarsha, dijelaskan bahwa untuk situasi Kamtibmas tidak bisa dipilah sepenggal – sepenggal karena faktornya menyeluruh. Kesadaran masyarakat dan kesigapan petugas ada di dalamnya. “Untuk penataan kota kota, kami mem-back up kawasan jln. Gajah Mada. Salah satunya yakni penataan pedagang bermobil di terminal Wangayaâ€, demikian dikatakan oleh bapak Sumarsha. Dijelaskan pula bahwa bagaimanapun sigapnya aparat meredam sejak dini tidak akan memunculkan hasil yang maksimal jika masyarakat tidak mendukung.
Kembali bapak Agung Suwetja menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Nyepi yang lalu kondisi keamanan kondusif sekali. Semua warga telah menaati peraturan pemerintah dengan tidak adanya siaran tv maupun radio. Disambung oleh bapak Suicawiyasa bahwa antasipasi keamanan perlu partisipasi aktif masyarakat, “Jadi yang dibangun adalah konsep pengamanan dengan melibatkan masyarakat,†demikian dijelaskan oleh bapak Suicawiyasa.
Turut serta berinteraktif melalui pesawat telepon 244444 yakni ibu Tiwi di Jalan Sudirman. Ibu Tiwi menyampaikan, seringkali melihat pengamen dengan dandanan punk rock di simpang Jln. Sudirman – Jln. Serma Mendra terutamasaat akhir pekan. Pengamen ini terlihat menakutkan dan meresahkan. “Bagaimana tindakan pemerintah terhadap kondisi ini?†Tanya ibu Tiwi. Dijawab oleh bapak Sumarsa dari Dinas Trantib dan Satpol PP bahwa untuk penertiban adalah wewenang Dinas Trantib dan Satpol PP. Cara yang telah diupayakan yakni dengan menurunkan petugas siang dan malam hari. “Kami pernah juga memulangkan pengamen punk yang kami tangkap baik melalui pelabuhan Padang Bai maupun melalui pelabuhan Gilimanuk. Setelah masuk kapal baru kami tinggal untuk memastikan mereka telah terangkut. Dalam pandangan kami, orang – orang Punk ini adalah orang – orang yang ingin bebas. Walaupun dari segi personal kami sangat kurang, tapi kami tetap berupaya selalu berkoordinasi dengan kepolisian. Jika sudah termasuk tindak kriminal kami delegasikan ke pengadilan.
Di akhir talkshow kembali bapak Agung Suwetja mengharapkan agar seluruh masyarakat kota Denpasar dapat menjaga kondisi keamanan kota Denpasar. Begitu juga dengan bapak Suicawiyasa dari Poltabes serta bapak Sumaersha dari Dinas Trantib dan Satpol PP Kota Denpasar mengajak warga kota untuk bergandengan tangan bersama – sama membangun keamanan.
-dyt-