TALKSHOW TATA LAKSANA PNEUMOTORAKS, KAMIS, 10 MEI 2012
TATA LAKSANA PNEUMOTORAKS
dr. I DEWA ARTIKA, Sp.P
SMF PARU RSUD WANGAYA
KAMIS, 10 MEI 2012
PENYIAR: ANGGRENI
Pneumotoraks merupakan salah satu penyakit gawat paru yang jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan bisa menyebabkan Keadaan fatal bahkan kematian. Pneumotoraks sendiri adalah adanya udara didalam rongga pleura yang merupskan akibat dari robeknya pleura visceralis atau pleura parietalis yang mengakibatkan jaringan paru tertekan dan akhirnya menjadi kolap.
Berdasarkan kejadiannya Pneumotoraks dibagi menjadi 3 :
• Pneumotoraks spontan, terjadi bila bleb subpleural atau alveoral pecah sehingga udara akan masuk kedalam rongga pleura melalui satu robekan atau katup. Keadaan ini dapat terjadi berulang kali dan sering menjadi keadaan yang kronis. Penyebab lain adalah karena adanya suatu trauma tertutup terhadap dinding fistula bronkofistula akibat infeksi atau neoplasma bleb subpleural yang pecah biasanya berdiameter kurang lebih 2 cm dan berlokasi diapek.
• Pneumotoraks traumatika, disebabkan oleh luka tusuk sehingga udara luar dapat masuk kedalam rongga pleura. Pneumotoraks juga dapat terjadi karena masuknya udara melalui mediastinum yang biasanya disebabkan oleh trauma pada trakea atau esophagus akibat tindakan pemeriksaan endoskopi atau bronkoskopi atau benda asing tajam yang tertelan.
• Pneumotoraks artifisial, terjadi karena disengaja dengan memasukkan udara kedalam rongga pleura melalui suatu tusukan dengan maksud untuk tujuan terapi seperti untuk mengecilkan suatu kavitas atau proses infiltrate di paru.
Berdasarkan fistelnya, Pneumotoraks dibagi menjadi
• Pneumotoraks terbuka, terjadi karena kerusakan dinding dada sehingga ada hubungan langsung antara rongga pleura dan sekitarnya, atau terbentuk saluran terbuka yang dapat menyebabkan udara dapat keluar masuk dengan bebas ke rongga pleura selama proses respirasi
• Pneumotoraks tertutup, terjadi karena terdapat robekan pada pleura visceralis dan paru atau jalan napas, dimana robekannya menutup sendiri sehingga udara yang mengumpul di rongga pleura tidak ada hubungan dengan sekitarnya.
• Pneumotoraks valvular atau ventil, terjadi karena terbentuk fistel yang berbentuk ventil sehingga udara dapat masuk tetapi tidak bisa keluar.
Gejala klinis
Gejala utama pneumotoraks adalah sesak nafas. Gejala ini lebih mudah ditemukan pada aktifitas biasa atau waktu istirahat. Rasa sakit ini tidak selalu timbul.rasa sakit ini bisa menetap atau bertambah hebat. Keluhan lain dapat berupa sesak nafas ringan sampai berat, yang bisa disertai batuk atau tidak.
Komplikasi
1. Tension pneumotoraks atau pneumotoraks ventil, terjadi karena tekaan dalam rongga pleura meningkat sehingga paru mengempis lebih hebat, mediastinum tergeser ke sisi lain dan mempengaruhi alirah darah vena ke atrium kanan.
2. Pio pneumotoraks, adalah terdapatnya pneumotoraks disertai empiema secara bersamaan pada sisi paru. Infeksinya berasal dari mikro organism yang membentuk gas atau dari robekan septik jaringan paru atau esophagus keraha rongga pleura.
3. Hidro-pneumotoraks, adalah adanya cairan dalam rongga pleura.
4. Pneumomediastinum, adalah adanya udara dalam mediastinum sebagai akibat dari pneumotoraks.
5. Pneumotoraks bilateral, adalah pneumotoraks yang terjadi pada kedua sisi paru secara serentak.
6. Pneumotoraks kronik, adalah pneumotoraks yang menetap sampai lebih dari 3 bulan.
7. Pneumotoraks rekuren, adalah pneumotoraks yang trjadi lebih dari 1 kali.
Penanganan pneumotoraks
Penanganan pneumotoraks tergantung dari jenis pneumotoraksnya, derajat kolap, berat ringannya gejala, adanya penyakit dasar, dan komplikasi yang terjadi.
Sedangkan untuk penaganan pneumotoraks rekuren dibutuhkan tindakan yang lebih agresif, oleh karena angka rekurennya cukup tinggi.
Tujuan penanganan adalah mengeluarkan udara dari rongga pleura, mengobati penyakit dasar dan mencegah rekurensi.
Mengeluarkan udara dari rongga pleura dengan cara
• Observasi dengan pemberian oksigen
• Aspirasi secara manual dengan memakai spuit atau dengan memasukkan abocath kedalam rongga pleura yang dihubungkan dengan botol yang berisi air dengan infus set atau blood set yang disebut dengan mini WSD.
• Pemasangan water sealed drainase (WSD) dimana prinsipnya sama dengan mini WSD tetapi memakai selang yang lebih besar, dan dilakukan insisi dilokasi dada tertentu dimana biasanya didaerah linea axilaris anterior pada ics 4.
Mengobati penyakit dasar, adalah dengan mengobati penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya pneumotoraks seperti memberikan obat anti TB bila menderita TB paru, bronkodilator bila menderita asma atau PPOK.
Mencegar rekurensi, dengan cara tindakan medis yaitu tindakan non bedah, secara prinsip membuat peradangan steril dengan memasukkan zat ke rongga pleura sehingga menghasilkan perlekatan antara pleura parietalis dan pleura visceralis.
ADL