Menu

TALKSHOW RUANG KESEHATAN BERSAMA RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR

  • Kamis, 21 April 2011
  • 1001x Dilihat
TALKSHOW RUANG KESEHATAN KAMIS, 21 APRIL 2011 BERSAMA RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Saat ini 91.45 RPKD FM bekerjasama dengan RSUD Wangaya Kota Denpasar menggelar Talkshow Ruang Kesehatan yang dilaksanakan setiap hari Kamis pada minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Untuk edisi perdana berlangsung pada hari Kamis, 21 April 2011. Talkshow berlangsung selama 1 jam dipandu oleh penyiar Yenni menghadirkan Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar, Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp.PD. KGH sebagai narasumber. Topik yang dibahas yakni mengenai “Hipertensi”. Pada awal talkshow, Bapak Dokter Raka menjelaskan bahwa Hipertensi adalah keadaan tekanan darah yang meningkat di atas rata – rata secara terus menerus. Peningkatan tekanan darah ini memang berfluktuasi dari hari ke hari, tergantung aktifitas, makanan, tingkat stress. Setiap orang beresiko terkena hipertensi. Hipertensi sangat terkait dengan faktor genetik, juga perilaku kehidupan seperti banyak mengkonsumsi garam, stress, kegemukan, atau kurang aktifitas. Secara umum, semakin meningkat usia semakin rentan terkena hipertensi. Umumnya orang yang mengalami hipertensi yakni berumur 40 tahun ke atas, tapi anak – anak bisa saja mengalami hipertensi yang cenderung disebabkna oleh penyakit hormon, serta penyakit pembuluh darah. Secara Genetik laki – laki cenderung lebih rentan terserang hipertensi. Dijelaskan lebih jauh oleh Bapak Dokter Raka bahwa 90% hipertensi tidak bergejala. Sisanya 10% bergejala jika tekanan darahnya meningkat secara cepat, ini merupakan suatu kegawatan. Tingginya tekanan darah seseorang akan memberikan beban pada organ – organ vital, khususnya organ yang rentan terhadap meningkatnya tekanan darah. Organ – organ ini termasuk jantung, ginjal, mata, dan otak. Hipertensi dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah ini mengakibatkan pecahnya pembuluh darah otak dengan gejala kelumpuhan atau tersumbatnya aliran darah ke dalam organ lain sehingga menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Turut serta berinteraktif yakni bapak Wayan yang bertanya, “Adakah kemungkinan anak kecil terkena penyakit ginjal? Apa efek dari mengkonsumsi makanan dengan kadar garam atau MSG tinggi yang biasa ditambahkan pada makanan ringan untuk anak - anak?” Dijawab oleh Bapak Dokter Raka, “ Hipertensi dan ginjal memang dekat sekali. Di banyak negara bahkan penyebab utama gagal ginjal adalah hipertensi. Namun, semua bisa dicegah dengan pola makan yang baik, pola hidup yang sehat serta olahraga. Efek dari terlalu banyak mengkonsumsi garam dan MSG tentu lebih mudah terserang hipertensi yang dapat memunculkan komplikasi penyakit. Solusinya bisa ditempuh dengan pencegahan – pencegahan yang telah disebutkan tadi.” Setiap hipertensi harus diobati walaupun tidak memberikan gejala. Pengobatan hipertensi umunya dilakukan seumur hidup. Artinya, bila tekanan darah normal telah dicapai bukan berarti hipertensi itu sembuh, namun hipertensi itu dikatakan ‘terkendali’. Hipertensi terkendali tersebut tetap memerlukan pengobatan dengan dosis obat sesuai dengan tingkat tekanan darah yang dicapai. Jika obat antihipertensi dengan dosis optimal ini dihentikan, tekanan darah akan meningkat kembali. Prinsip ini harus diketahui agar pengobatan yang diberikan benar – benar memberikan manfaat perlindungan jangka panjang terhadap organ target dan dapat mencegah terjadinya penyakit jantung, otak, ginjal, mata dan pembuluh darah. Sebelum mengakhiri talkshow, bapak Dokter Raka berpesan agar warga kota memperhatikan aktifitas fisik, pola makan yang dominan mengkonsumsi sayur mayur dan buah, lebih banyak mengurangi kalori, mengurangi lemak, kadar garam rendah, agar dapat melindungi kita dari penyakit hipertensi di kemudian hari. -dyt-