Talkshow RSUD Wangaya "Otitis Media Supuratif Kronik Benigna Tipe Aktif Aurikular Sinistra"
Kamis, 14 Agustus 2014
Narasumber : dr. I Nengah Wartawan, Sp. THT
Penyiar : Beny Cahayadi
Secara umum yang dimaksud Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) ini adalah infeksi kronik telinga tengah dengan ditandai keluarnya cairan kuning dari lubang telinga, yang diikuti keluarnya nanah dan dalam bahasa sehari - hari dikenal dengan "congek". tanda - tanda atau gejala awal munculnya penyakit ini, ditandai dengan kuping terasa gatal lalu muncul rasa sakit lalu diikuti keluarnya cairan kuning yang disebabkan adanya nanah akibat infeksi pecahnya selaput genderang / lubang telinga tengah, dan cairan ini biasanya lengket serta berbau, kemudian disertai dengan pilek yang berkepanjangan, dan reaksi alergi. Jika selama 3 bulan lebih menunjukan keadaan sembuh dan kambuh lagi atau timbul hilang secara terus menerus, serta tidak ditangani ini dengan baik, maka keadaan ini yang disebut dengan kronis. Dan biasanya gangguan penyakit ini lebih banyak dialami pada anak - anak, dikarenakan daya tahan tubuh yang kurang kuat, serta perawatan diri yang kurang baik.
Gangguan penyakit ini bisa terjadi karena 2 faktor, yang pertama bisa terjadi akibat faktor dalam atau berlubangnya genderang telinga dari dalam tubuh akibat infeksi di sekitar saluran telinga tengah, sedangkan yang kedua adalah faktor yang datang dari luar, seperti suara ledakan keras, tamparan oleh orang lain (kekerasan dalam rumah tangga), dan akibat tindakan membersihkan telinga yang sembarangan atau tidak benar. Pada orang dewasa penyakit ini lebih banyak dialami oleh orang -orang yang beraktifitas di perairan, seperti penyelam, perenang, ataupun nelayan. Biasanya pasien mendapat infeksi telinga ini setelah menderita infeksi saluran
napas atas misalnya influenza atau sakit tenggorokan. Melalui saluran yang
menghubungkan antara hidung dan telinga (tuba Auditorius), infeksi di saluran napas atas yang tidak diobati dengan baik dapat menjalar sampai mengenai telinga.
Untuk pencegahan gangguan penyakit ini, diharapkan masyarakat melakukan dengan penanganan segera, bisa ke puskesmas atau ke klinik terdekat, sebelum di rujuk ke rumas sakit dan langsung mendapatkan penangan dokter sesialis THT.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026