Menu

Talkshow Obesity The Silent Killer

  • Jumat, 26 Februari 2016
  • 1336x Dilihat
 
Talkshow Bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (26 Februari 2016)Tema : OBESITY THE SILENT KILLER
Nara Sumber : Ni Putu Melda Dharmahayu & Ni Putu Ayu Sakura
Host : Nadia Risna
Obesitas berdasarkan World Health Organisation didefinisikan sebagai akumulasi lemak yang berlebihan atau abnormal yang dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan. Obesitas dicirikan oleh peningkatan jumlah sel adipose dan penyimpanan trigliserida yang berlebihan pada sel adipose tersebut. Obesitas sering disalahartikan dengan overweight, secara terminologi obesitas berarti kegemukan sedangkan overweight adalah kelebihan berat badan. Dalam konteks ini obesitas adalah kelanjutan yang lebih parah dari overweight.
Untuk mengetahui apakah seseorang menderita obesitas atau tidak, cara yang paling mudah adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Umumnya dilingkarkan sejajar dengan pusar. Pada laki-laki, normal lingkar pinggang dibawah 90 cm, sedangkan pada perempuan lingkar pinggang di bawah 80 cm. Jika lebih dari standar tersebut, kemungkinan anda mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas. Acuan lainnya yaitu dengan menghitung Indeks Massa Tubuh atau IMT, caranya adalah berat badan dalam kg dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat, atau BB per TB kuadrat. Misalkan berat badan anda 60 kilogram dan tinggi badan anda 160 cm atau 1,6 m, maka 60/1,6x1,6. Tingkat kegemukan seseorang juga dapat diukur melalui body fat, namun perlu alat khusus untuk mengetahui body fat seseorang. Kriteria body fat berbeda antara perempuan dan laki-laki berdasarkan umur.
Terdapat 2 tipe obesitas yang berbeda pada wanita dan laki-laki. Pada laki-laki cenderung mengalami akumulasi lemak di bagian perut sehingga mirip buah apel atau kerap disebut apple type obesity, sedangkan pada wanita akumulasi lemak cendeung di daerah paha atau sering disebut pear type obesity.
Akumulasi lemak umumnya disebabkan oleh pola makan dan aktivitas. Jika energi yang dikeluarkan lebih sendikit daripada jumlah kalori yang dimasukan maka sisanya akan disimpan dalam bentuk lemak. Obesitas juga menjadi faktor risiko penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskuler, kanker, asam urat, gangguan pernapasan, hingga stroke maka dari itu kenapa obesitas disebut sebagai silent killer.
Dalam penanganannya, berdasarkan guideline on treating obesityada beberapa cara untuk menangani obesitas antara lain diet, latihan fisik, modifikasi gaya hidup, obat-obatan, hingga operasi. Diet yang baik adalah diet yang sehat dengan tetap memperhatikan komposisi makanan dan tidak sampai terjadi hipoglikemi ataupun penyakit lain seperti maag akibat menahan lapar terlalu lama. Penurunan berat badan bukanlah sesuatu yang instan, biasanya semakin cepat anda menurunkan berat badan akan semakin cepat pula berat badan tersebut naik lagi. Hal ini disebut dengan sindrom yo-yo, dimana berat badan diturunkan drastis namun kemudian malah makan secara berlebihan hingga berat badan naik lebih dari berat badan sebelum diet, begitu seterusnya hingga orang tersebut jadi semakin gemuk. Lebih waspadalah terhadap makanan yang anda makan, hindari makan terlalu cepat, kunyahlah perlahan karena hal tersebut dapat membuat anda kenyang lebih cepat, kurangi makan snack dan dessert, jangan makan sebelum tidur, dan berusahalah agar tetap aktif secara fisik. (nr)