Menu

Talkshow Obesitas Pada Remaja

  • Jumat, 17 November 2017
  • 1233x Dilihat

            Obesitas merupakan penimbunan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada diluar batas ideal. Obesitas dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat konsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhanya. Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar.

Obesitas dapat terjadi pada siapa saja, salah satunya yaitu pada remaja. Masa remaja adalah masa yang menyenangkan, namun juga masa yang kritis dan sulit, karena merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak- kanak menuju masa dewasa, yang ditandai dengan perubahan aspek fisik,psikis, dan psikososial.Berkaitan dengan pertumbuhan fisik tersebut, bentuk tubuh yang ideal dan wajah yang menarik merupakan hal yang diidam-idamkan oleh hampir semua orang. Untuk itu kecenderungan gemuk atau obesitas dapat mengganggu sebagian anak pada masa puber dan menjadi sumber keprihatinan selama bertahun-tahun awal masa remaja.

            Obesitas harus diatasi sejak dini karena banyaknya dampak buruk yang disebabkan obesitas. Dampak buruk obesitas terhadap kesehatan, sangat berhubungan erat dengan penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes mellitus dan penyakit pernafasan. Dampak lain yang sering diabaikan adalah obesitas dapat mengganggu kejiwaan , yakni sering merasa kurang percaya diri. Apalagi jika sedang dalam masa remaja dan mengalami obesitas, biasanya akan menjadi pasif dan depresi karena sering tidak dilibatkan pada kegiatan yang dilakukan oleh teman sebayanya. Banyak sekali resiko gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada remaja yang mengalami obesitas.

            Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang obesitas, bisa karena faktor fisiologis atau faktor psikologis. Faktor fisiologis adalah faktor yang muncul dari berbagai variabel, baik yang bersifat herediter maupun non herediter. Dilihat dari faktor-faktor yang menyebabkan obesitas, dari faktor-faktor tersebut salah satunya adalah pola makan atau jenis makanan yang dikonsumsi dan jenis kegiatan yang dilakukan.

a.       faktor fisiologis dapat herediter maupun nonherediter. Variabel yang bersifat herediter (internal faktor) merupakan variabel yang berasal dari faktor keturunan. Sedangkan faktor yang bersifat nonherediter (eksternal faktor) merupakan faktor yang berasal dari luar individu, misalnya jenis makanan yang dikonsumsi, perilaku atau pola gaya hidup,dan taraf kegiatan yang dilakukan individuatau aktivitas fisiknya.

b.      Faktor psikologis terjadinya obesitas ialah bagaimana gambaran kondisi emosional yang tidak stabil yang menyebabkan kecenderungan seorang individu untuk melakukan pelarian diri dengan cara banyak makan makanan yang mengandung kalori atau kolestrol tinggi. Kondisi ini biasanya bersifat ekstrim, artinya menimbulkan gejolak emosional yang sangat dahsyat dan bersifat traumatis.

c.       Obat-obatan. Penggunaan obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti depresi) bisa menyebabkan penambahan berat badan.

 

Banyak sekali resiko yang dapat terjadi pada remaja yang mengalamiobesitas seperti masalah dengan sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yaitu hipertensi, bisa juga terkena penyakit kencing manis (diabetes mellitus), dan juga dapat mengganggu sistem pernafasan seperti mengalami tersumbatnya jalan nafas.

 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani obesitas, antara lain: 

1)      Olahraga
Olahraga menjadi bagian penting bagi tubuh, karena dengan olahraga tubuh akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang dijadikan sumber energi untuk beraktivitas. Semakin banyak beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan dibakar menjadi energi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang bersifat aerobik, yaitu olahraga yang menggunakan oksigen dalam sistem pembentukan energinya. Atau dengan kata lain olahraga yang tidak terlalu berat namun dalam waktu lebih dari 15 menit. Contoh olahraga yang dianjurkan antara lain berjalan selama 20-30 menit setiap harinya, berenang, bersepeda, jogging, senam aerobik.

2)      Diet atau kurangi porsi makan

Karena diet berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi dalam keluarga sehari-hari maka partisipasi seluruh anggota keluarga untuk ikut mengubah pola makanan akan sangat bermanfaat. Jangan mengkonsumsi nasi terlalu berlebihan jika kita tidak melakukan aktivitas berat, karena biasanya tidak seimbang antara makanan yang dimakan dengan pergerakan aktivitas yang dilakukan. Makanlah makanan yang seimbang sesuai dengan aktivitas sehari-hari. Kurangi konsumsi makanan cepat saji dan banyak mengandung lemak terutama asam lemak tak jenuh dan mengurangi makanan yang manis-manis, makanan ringan seperti kerupuk, chiki, dan lain-lain.

3)      Terapi Psikologis

Hal ini terutama ditujukan jika penyebab obesitas adalah masalah
psikologis seperti perceraian orang tua, ketidak harmonisan dalam keluarga maupun rendahnya tingkat percaya diri anak. Selain itu kegemukan juga menyebabkan anak menjadi minder dan cenderung mengasingkan diri dari teman-teman sebayanya.

 

4)      Operasi
Penanganan obesitas dengan cara operasi dilakukan apabila keadaan penderita sudah tidak mungkin lagi untuk diberikan cara-cara lain seperti olahraga dan diet. Cara ini dilakukan juga dengan alasan untuk mendapatkan tubuh yang ideal dengan cara yang cepat. Operasi ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan lemak bawah kulit yang berlebihan pada penderita.