Menu

Talkshow MOS bersama dengan Forkom Kota Denpasar, P2TP2A Kota Denpasar dan LPA

  • Selasa, 16 Juli 2013
  • 1511x Dilihat
Hampir setiap tahun MOS dilaksanakan, namun hal ini menjadi momok tersendiri bagi calon siswa dan orang tua. Karena hampir setiap tahun beberapa pelcehan ataupun hal yang membuat calon siswa menderita secara psikis seperti yang diungkapkan psikolog dari P2TP2A Kota Denpasar Dyah Ayu Kartika Paramitha Psi, Ch Cht dalam talkshow di Radio Publik Kota Denpasar 92.6 FM Selasa, 16 Juli 2013 yang dipandu langsung oleh Bambang Hariyadi. Selain itu juga hadir narasumber dari LPA yang diwakili oleh Forum Anak Daerah Bali Karina Devi dan Ketu Umum FORKOM (Forum Komunikasi Osis) Kota Denpasar Agus Fany Susanto. Lebih lanjut dijelaskan kejahatan psikis yang sering terjadi diakibatkan karena minimnya kesiapan mental maupun “kekerasan” yang dilakukan oleh senior di sekolah. Hal ini perlu dicermati dan dipahami bahwa esensi MOS adalah untuk mendidik calon siswa agar mengenal satu sama lain baik terhadap lingkungan sekolah maupun dengan siswa yang lain. Menurut Agus Ketua Umum Forkom Kota Denpasar, MOS tahun ini akan sangat berbeda dengan tahun lalu dan tentunya lebih berat. Namun sudah diantisipasi dengan menjalin komunikasi baik dengan calon siswa maupun orang tua. Forkom juga senantiasa menjalin komunikasi dengan panitia pelaksana MOS dalam hal ini OSIS, untuk memberikan edukasi agar bisa dipahami oleh siswa maupun orang tua dengan menyiapkan jadwal atau rundown agar dipahami dan diketahui oleh masing masing calon siswa. Dari LPA sendiri dalam hal ini Forum Anak Daerah Bali, Karina Devi, menjelaskan akan terus melakukan evaluasi yang selanjutnya akan diteruskan ke pihak terkait. Hal ini tentunya untuk membentuk karakter yang lebih baik kedepannya. Dalam talkshow kali ini ada beberapa penelpon yang bergabung baik dari orang tua maupun peserta MOS sendiri, diantaranya Paramitha dari SMA 7 Denpasar, menanyakan tentang cara menghadapi kakak kelas yang suka marah, pertanyaan ini juga diamini oleh Dina dari SMA 3 Denpasar. Satya dari SMK Farmasi Denpasar menanyakan tentang, ketika orang tua ikut campur dalam pelaksanaan MOS dan bahkan melakukan intimidasi, pertanyaan on air terakhir dilayangkan oleh Diki dari SMA 3 Denpasar yang menanyakan tentang MOS ynag baik itu bagaimana dan MOS apa bisa menimbulkan psikis negatif kedepannya. Semua pertanyaan langsung dijawab oleh narasumber, diantara oleh Mbak Dyah osikolog dari P2TP2A Kota Denpasar, mengatakan bahwa semua memang perlu disiapkan mulai dari mental sampai fisik, peran diri sendiri untuk menanamkan bahwa MOS diperuntukkan untuk jangka panjang bukan hanya pada saat MOS saja, psikis negatif diantaranya juga bisa menimbulkan kerugian jangka panjang, seperti trauma akan sekolah dan lainnya. Ditambahkan oleh Agus dari Forkom Denpasar MOS tujuannya untuk mengenalkan calon siswa akan wawasan sekolah dan mengakrabkan antar sesama siswa. Diakhir talkshow masing masing narasumber berpesan agar MOS tahun ini diikuti dengan baik, karena semua sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan sesuai intruksi dari Disdikpora Kota Denpasar. Diharapkan peran semua pihak agar pelaksanaan MOS tahun ini berjalan dengan baik. *bam