Menu

TALKSHOW LK3 SABTU, 25 JUNI 2011

  • Minggu, 26 Juni 2011
  • 910x Dilihat
Sabtu, 25 Juni 2011 kembali berlangsung talkshow bersama LK3 di RPKD 91,45 FM dipandu oleh Krisna dari pk.09.00 sampai 10.00 wita. Untuk minggu ini topik yang diangkat adalah “Peranan PKK Dalam Membentuk Keluarga Unggulan”. Hadir Bapak Drs.Hartono, Ibu Koman Sri Supadmi dan Ibu Nyoman Sri Utari Puspawan ( Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Denpasar) sebagai narasumber dalam talkhow LK3 minggu ini. Disampaikan oleh Bapak Drs.Hartono pilihnya topik “Peranan PKK Dalam Membentuk Keluarga Unggulan” karena PKK pada dasarnya ditujukan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, stabil, dan unggul dalam sistem suatu ketahanan keluarga. Stabilitas dan kualitas keluarga dalam sistem suatu ketahanan keluarga akan menentukan kelangsungan hidup bangsa dan negara dan generasi penerus perjuangan bangsa, dari keluarga unggulan akan dilahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh , berkualitas untuk menghadapi tantangan zaman di masa depan. Ibu Nyoman Sri Utari Puspawan menjelaskan PKK merupakan kepanjangan dari Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga. Dapat diartikan PKK merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang pengelolaannya dari, oleh ,dan untuk masyarakat menuju keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menuju keluarga sehat dan sejahtera. Dari pengertian tersebut juga dipilah menjadi pengertian pemberdayaan keluarga yaitu segala upaya dalam bimbingan dan pembinaan agar keluarga tersebut dapat hidup sehat, sejahtera, maju dan mandiri. Kesejahteraan keluarga juga dapat diartikan kondisi terpenuhinya kebutuhan keluarga secara material, sosial dan mental sehingga dapat hidup layak sebagai manusia yang bermanfaat. Ditambahkan juga bahwa keluarga sejahtera terbentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bertakwa kepada Tuhan. Ada 10 Program Pokok PKK yaitu : penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, pengembangan hidup berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Sasaran dari program pokok PKK adalah keluarga baik itu di Desa ataupun di Kota. Dari 10 program pokok PKK dirinci menjadi 4 kelompok kerja (Pokja) yang masing masing sudah memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu pokja 1 menangani penghayatan dan pengamalan pancasila dan gotong royong, pokja 2 menangani bidang pendidikan dan ketrampilan dan pengembangan hidup berkoperasi, pokja 3 menangani pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pokja 4 menangani bidang kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Kembali lagi dijelaskan oleh Bapak Hartono bahwa keluarga unggulan adalah keluarga yang mampu melaksanakan fungsi – fungsi keluarga secara wajar, bisa mengatasi masalah dalam keluarga serta mampu membantu keluarga lain mengatasi masalahnya. Yang disebut dengan fungsi keluarga setidaknya terdiri dari 4 fungsi. Untuk yang pertama adalah fungsi reproduksi, tentu dalam berkeluarga setiap orang menginginkan mendapatkan keturunan yang berkualitas. Selanjutnya fungsi ekonomi, yakni dalam memenuhi kebutuhan konsumsi tidak hanya dilihat dari kekayaan semata tapi dilihat dari kemampuan manusia untuk mengatur rumah tangganya. Fungsi yang ketiga adalah fungsi sosialisasi, yakni memberikan pendidikan dan penanaman norma – norma baik sopan santun, budi pekerti maupun adat dan budaya serta menanamkan kedisiplinan. Fungsi yang terakhir adalah fungsi perlindungan yang meliputi : mengasuh, menjaga, serta melindungi anak – anak dari hal – hal yang membahayakan. Jika terjadi ketimpangan dalam menjalankan fungsi- fungsi tersebut, kita bisa minta tolong kepada keluarga lain atau kepada lembaga / institusi yang menaungi masalah – masalah keluarga. Turut serta berinteraktif melalui telepon 244444 yakni ibu Koming yang bertanya, “Belakangan sering sekali terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Apakah ada bantuan dari PKK atau LK3 untuk menangani hal ini?” dijawab oleh Ibu Sri Utari selaku unsur PKK, “Ibu Koming dapat mengutarakan permasalah tersebut kepada kader PKK ditempat tinggal ibu Koming yang selanjutnya akan mendampingi untuk melaporkan kepada pihak berwajib.” Ditambahkan oleh bapak Hartono, “Kami dari LK3 membuka diri terhadap permasalah yang dihadapi masyarakat terkait kekerasan dalam rumah tangga. Terhadap korban tindak kekerasan dalam rumah tangga kami berikan konsultasi kedua belah pihak selanjutnya memediasi pertemuan kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut”. Kerjasama yang LK3 lakukan dengan PKK Kota Denpasar antara lain penyediaan informasi dari PKK karena PKK menyentuh masyarakat hingga ke dusun sehingga PKK berperan memberikan informasi kepada LK3 tentang kondisi masyarkat terutama masyarakat yang mengalami kesulitan sosial, dan KDRT. Sehingga nanti LK3 dapat menindaklanjuti langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam mewujudkan keluarga unggulan, sejahtera, dan mandiri, PKK sangat berharap kepada masyarakat untuk melaksanakan 10 program pokok PKK. Sedangkan dalam pelaksanaannya, kendala yang sering ditemui yakni padatnya penduduk kota Denpasar, terbatasnya sarana – prasana dan keterbatasan SDM yang menyebabkan kami memprioritaskan PKK unggulan yang kami bina dan nantinya diharapkan dapat ditularkan ke PKK yang lain. Sedangkan menurut Bapak Hartono dari LK3 upaya mewujudkan keluarga unggulan tentu bukan hal instans, diperlukan kematangan emosi dari pasangan yang akan menikah karena sangat menentukan terwujudkan keluarga unggulan. Selain itu usia menikah juga sangat berpengaruh terhadap terbentuknya keluarga unggulan. Faktor ekonomi, hubungan komunikasi, tingkat serta kualitas pendidikan, tingkat keimanan serta ketakwaan dan kemampuan pasangan dalam pengendalikan diri juga sangat penting untuk mencapai keluarga unggulan. Sebelum mengakhiri talkshow, Ibu Sri Utari berpesan kepada seluruh masyarakat agar mau bersama – sama mewujudkan keluarga unggulan. -dhia&dyt-