Menu

TALKSHOW LK3 PROVINSI BALI “PEMBINAAN GENERASI MUDA MELALUI KARANG TARUNA” SABTU,17 SEPTEMBER 2011

  • Senin, 19 September 2011
  • 1358x Dilihat
Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Provinsi Bali kembali menyapa warga kota dalam Talkshow obrolan keluarga di 91,45 RPKD FM. Talkshow berlangsung hari Sabtu, 17 September 2011 pukul 09.00 – 10.00 wita dipandu oleh penyiar Bambang. Topik yang dibahas adalah “Pembinaan Generasi Muda Melalui Karang Taruna” . Dalam talkshow ini hadir 3 orang narasumber yakni : I Gede Sumadi Eka Putra, SS selaku Sekretaris Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT) Kota Denpasar, Ni Wayan Purnami Rusadi selaku Ketua Karang Taruna Putra Negara Desa Peguyangan Kaja dan IGN Erlangga Bayu Rahmanda Putra selaku Pembina Sekaa Teruna Darma Wijaya Kusuma Banjar Mertha Rauh Kaja, Denpasar. Sesuai dengan topik, “Pembinaan Generasi Muda Melalui Karang Taruna” terlebih dahulu bapak Made Sumadi menjelaskan, “Kita tidak memungkiri bahwa di Bali memang organisasi Sekaa Teruna lebih trens daripada Karang Taruna, tapi sebenarnya kedua organisasi ini bisa kita sinergikan. Sekaa Teruna adalah organisasi tradisional yang dihimpun dari generasi muda sedangkan Karang Taruna merupakan wadah kepemudaan di tingkat Desa. Di Bali kita memiliki kekuatan untuk mensinergikan kedua organisasi ini karena anggota Karang Taruna adalah juga anggota Sekaa Teruna. Hanya saja rasa fanatisme pemuda lebih tinggi terhadap Sekaa Teruna di banjarnya daripada Karang Taruna di Desanya. Inilah suatu tantangan kita untuk mensinergikan program – program untuk menanggulangi permasalahan sosial mulai dari tingkat banjar yang kita himpun di tingkat Desa sehingga nantinya masing – masing anggota bisa mempunyai peran yang jelas.” Selain itu, dijelaskan pula bahwa organisasi Karang Taruna melalui Forum Komunikasi Karang Taruna berusaha memberdayakan anggotanya menjadi wirausaha yang dibantu oleh bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar. Keanggotaan yg berlaku di Karang Taruna adalah dari usia 13 hingga 45 tahun. Sedangkan di Sekaa Teruna anggotanya hanyalah remaja yang berusia 13 hingga sebelum menikah, jika mereka menikah otomatis keanggotaannya berakhir. Sehingga di organisasi Karang Taruna anggota yang sudah menikah namun belum berusia 45 tahun masih dapat terus berkecimpung bahkan menularkan pengetahuannya kepada anggota Karang Taruna yang lain. Itulah salah satu manfaat dari Karang Taruna. Saat ini Forum Komunikasi Karang Taruna Kota Denpasar membawahi 43 Karang Taruna yang tersebar di 4 Kecamatan di Kota Denpasar. Purnami Rusadi atau yang akrab di sapa Emik menjelaskan, “Sebenarnya adanya Karang Taruna di suatu desa itu sangatlah bagus. Program – program yang ada di masing – masing Sekaa Teruna bisa lebih eksis dan anggota Sekaa Teruna antar banjar dapat saling mengenal dan menjalin persatuan antar desa itu sendiri.” Dahulu karang taruna di cap sebagai organisasi papan nama. Itulah yang menjadi tantangan bagi Karang Taruna Kota untuk aktif kembali. Diharapkan dari organisasi Karang Taruna ini para pemuda dapat belajar berorganisasi, serta meningkatkan kepedulian kepada lingkungan. “Mengenai Karang Taruna yang masih fakum, kami berupaya mendekatkan kepada pihak desa, memberikan ruang dan memberdayakan pemudanya melalui organisasi ini. “Suatu keeksistensian organisasi selain dari pengurus dan masyarakat tentu perlu sekali dukungan dari pemerintah. Jadi, pemerintah tetap harus ikut serta dalam menjaga eksistensi organisasi,” demikian disampaikan oleh Emik. Dengan adanya pembinaan – pembinaan terhadap Karang Taruna serta lomba antar Karang Taruna bisa menambah semangat dan sebagai acuan Karang Taruna untuk menjadi lebih baik. Diharapkan masyarakat tidak memandang Karang Taruna sebagai organisasi yang melelahkan, namun lebih pada manfaat yang bisa didapatkan. “Setiap kegiatan tentu memiliki nilai positif dan negatif. Jika ingin maju, kata harus menangkap lebih banyak nilai positifnya,” demikian disampaikan oleh Emik di akhir talkshow. -dyt-