Menu

TALKSHOW LK3 “KELUARGA DAN PERMASALAHANNYA SERTA KEMUNGKINAN PEMECAHANNYA” SABTU, 26 MARET 2011

  • Senin, 28 Maret 2011
  • 1023x Dilihat
TALKSHOW LK3 “KELUARGA DAN PERMASALAHANNYA SERTA KEMUNGKINAN PEMECAHANNYA” SABTU, 26 MARET 2011 Keluarga merupakan suatu satuan sosial yang terdiri atas pasangan ayah / suami dan ibu / istri yang diikat oleh suatu ikatan perkawinan yang sah menurut agama dan hukum. Keluarga terdiri dari beberapa bentuk diantaranya keluarga tradisional, keluarga luas dan keluarga inti. Demikian terungkap dalam talkshow yang membahas “Keluarga Dan Permasalahannya Serta Kemungkinan Pemecahannya" bersama LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) yang berlangsung pada hari Sabtu, 26 Maret 2011. Talkshow berlangsung selama 1 jam mulai pukul 09.00 – 10.00 wita dipandu oleh penyiar Anggreni dengan 3 orang narasumber yakni Ibu Komang Sri Supadmi, Bapak Kuswianto dan Bapak Drs. Hartono. Dijelaskan oleh Ibu Sri konsep umum keluarga di Indonesia yakni keluarga tradisional yang berdasarkan lembaga perkawinan. Selain itu ada juga Keluarga Luas yang dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang tinggal dalam satu kluster bangunan rumah dan saling berbagi tugas, barang, jasa dan fasilitas. Yang paling umum adalah keluarga inti yaitu keluarga yang terdiri dari suami – istri dan anak – anak yang tinggal dalam suatu rumah tangga yang utuh. Ibu Sri menjelaskan, “LK3 berperan untuk membantu menangani masalah keluarga serta terbuka untuk semua keluarga dan menjamin kerahasiaannya”. Kemudian bapak Hartono menjelaskan permasalahan keluarga terdiri dari 3 garis besar, yaitu : permasalahan sosial psikologis, permasalahan ekonomi keluarga dan konflik dalam keluarga. Di lihat dari segi sosial psikologis, permasalahan dapat terdiri dari ketidakharmonisan dalam keluarga, kesulitan dalam melakukan peran dalam keluarga, reaksi emisional yang berlebihan terhadap suatu kondisi. Sedangkan yang termasuk dalam permasalahan ekonomi keluarga adalah ketidakmampuan dalam mengelola ekonomi, perilaku konsumtif, serta terbatasnya akses terhadap sumber ekonomi dan pelayanan sosial. Terakhir yakni konflik dalam keluarga dapat berupa kesulitan dalam kehidupan perkawinan, kesulitan hubungan antara orang tua dengan anak atau masalah individu anggota keluarga. “Oleh karena begitu banyaknya masalah keluarga, tidak semua masalah keluarga dapat ditangani oleh LK3. Tak jarang LK3 merujuk suatu keluarga kepada lembaga yang lebih kompeten untuk menyelesaikannya namun tentu saja setelah mendapat rekomendasi dari LK3”,demikian dikatakan oleh bapak Kuswianto. Adapun fokus penanganan masalah keluarga diprioritaskan pada : masalah yang berkaitan dengan hubungan perkawinan, seperti : perceraian, KDRT, Pasangan kurang perhatian, penghasilan yang tidak memadai, dan lainnya. Selanjutnya yang juga menjadi prioritas LK3 adalah permasalahan pengasuhan anak. Orang tua tidak melakukan pengasuhan terhadap anak karena berbagai sebab, seperti : tidak tahu cara mengasuh atau tidak punya waktu untuk mengasuh. Padahal berbagai masalah akan timbul sebagai akibatnya seperti : Anak tidak disiplin, terlambatnya perkembangan intelektual anak, atau perilaku anak sulit dikendalikan. Warga kota yang turut berinteraktif melalui on-air yakni Rini di Kesiman yang bertanya, Bagaimana jangkauan LK3, bagi keluarga yang kurang mampu dan tinggal di pelosok namun ingin berkonsultasi dengan LK3? Jika harus pergi ke kota tentunya dapat memunculkan masalah baru, bagaimana tindakan LK3? Dijawab oleh bapak Kuswianto bahwa LK3 menerapkan layanan pasif dan layanan aktif. Jadi LK3 akan mendatangi keluarga yang ingin berkonsultasi langsung ke kediaman keluarga tersebut, system layanan ini disebut Pelayanan Aktif. Layanan ini dilakukan setelah mendapat informasi dari keluarga yang ingin berkonsultasi baik melalui telepon maupun sms. Selain itu ada juga Pelayanan Pasif, yakni keluarga yang berkonsultasi datang langsung ke kantor LK3. Masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan LK3 tidak perlu khawatir, karena kerahasiaan pelapor terjamin. Dalam menangani permasalahan berbagai bentuk pelayanan keluarga diberikan oleh LK3 seperti : pendidikan keluarga, konsultasi pra nikah, konsultasi keluarga, pelayanan pendidikan kesehatan gizi keluarga, kesehatan reproduksi dan berencana. Bagi keluarga termarginal, terisolasi dan tereksploatasi disediakan pelayanan family advocacy and empowerment. Sedangkan bagi keluarga bermasalah psikososial, keluarga yang mengalami goncangan atau trauma dapat memanfaatkan pelayanan Family Therapy / Treatment. Selanjutnya yakni teknik konseling keluarga yang diterapkan LK3 dapat berupa : Interview, Case work, Group Teraphy, Seminar, Kursus / Pelatihan, Modivikasi Tingakah Laku, Simulasi, Persentasi dan Dialog. “Jadi masyarakat janganlah ragu untuk berkonsultasi dan mempercayakan LK3 untuk membantu menyelesaikan masalah anda,kerahasiaan anda kami jamin”, demikian disampaikan oleh bapak KUswianto di akhir sesi talkshow. Warga kota dapat datang langsung ke kantor LK3 di jln. Serma Mendra No. 3 Denpasar,tepatnya di sebelah panti Dria Raba. Atau dapat juga menghubungi telepon 0361 – 7478041 pada jam dan hari kerja. Selain itu dapat langsung menghubungi bapak Drs. Hartono melalui sms atau telepon ke nomor 0361-3694762 (24 jam). -dyt-