RISALAH TALKSHOW BERSAMA RSUD WANGAYA
"Kehamilan Lewat Waktu"
Kamis, 9 Juli 2019
Narasumber : Dr. Eka Wardani,SpOG, M.Kes
Host : Tantri Adel
Denpasar- RPKD FM, Kehamilan umumnya berlangsung hingga 40 minggu atau 280 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Namun terdapat beberapa kasus kehamilan mencapai lebih dari 42 minggu atau yang biasa disebut dengan kehamilam lewat waktu atau posterm atau serotinus. Kehamilan ini belum diketahui penyebab pastinya namun terdapat faktor hormonal yang mempengaruhi terjadinya kehamilan ini. Batas usia normal kehamilan yang masih dapat ditoleransi adalah maju 2 minggu dan mundur 2 minggu.
Kehamilan ini memiliki resiko terhadap ibu dan bayi. Pada Ibu tentu saja sangat beresiko terhadap psikis. Sementara pada bayi yang lahir pada kasus kehamilan lewat waktu ini adalah kulit bayi keriput, air ketuban kurang sehingga bayi menjadi kuning, kuku panjang, skrotum (jika bayi laki - laki) keriput, pengapuran pada ari - ari dan tali pusar menjadi layu termasuk resiko hipoglikemia pada bayi terutama pada bayi yang lahir dengan bobot melebihi 4 kg, dan pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi.
Untuk menghindari terjadinya kehamilan lewat waktu ini diperlukan pemeriksaan rutin dimulai saat awal kehamilan, selain juga mengingat tanggal haid terakhir untuk menentukan perkiraan waktu persalinan.
Namun jika terjadi kehamilan lewat waktu dokter kandungan biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan kesejahteraan bayi seperti : USG ari - ari, jumlah air ketuban, rekaman jantung bayi, berat bayi termasuk perubahan pergerakan bayi yang dapat dirasakan langsung oleh sang ibu yang bersangkutan.
Jika kesejahteraan bayi tercukupi, toleransi waktu yang diberikan adalah 2 minggu namun dengan pengawasan ketat terhadap kondisi kehamilan.Namun jika kesejahteraan bayi kurang bagus maka kehamilan dapat diakhiri dengan cara :
1. Induksi Persalinan Oksitosin
2. Bedah seksio
Untuk menghindari kehamilan lewat waktu ini dokter akan menyarankan pasiennya untuk melakukan senam hamil pada usia kehamilan diatas 30 minggu untuk melatih elastisitas jalan lahir jabang bayi. Namun hal ini tidak akan dilakukan pada kehamilan beresiko misalnya posisi bayi sungsang.[adl]
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026