Talkshow Kebangkitan budaya
Pada hari jumat, 29 April 2011 dilaksanakan Talk Show dengan mengambil tema Kebangkitan Budaya, menghadirkan 2 narasumber yaitu Bapak Kepala Sekolah ketut Suyastra dan Anak Agung Ngurah Wisnu Nayaka Putra sebagai ketua Osis dari SMAN 3 Denpasar.
Dijelaskan oleh Wisnu bahwa Latar belakang dari kegiatan Kebangkitan budaya adalah sebagai sarana untuk bisa menarik minat dan bakat remaja dalam memperluas pengetahuan tentang seni dan budaya Bali dalam bentuk apresiasi seni melalui pergelaran seni yang dicetuskan oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk mewadahi kreatipitas para siswa dan siswi SMA/SMK se Kota Denpasar maka diadakan gelar Kebangkitan Budaya. Bapak Suyastra menyampaikan bahwa SMAN 3 Denpasar Tahun ini mendapatkan kesempatan menjadi penyelenggara Kebangktan Budaya 2011. Sudah melakukan persiapan-persiapan dengan cara berkoordinasi bersama semua sekolah yang ada di kota Denpasar baik dari SMA dan SMK di inginkan juga Kebangkitan budaya tidak sebatas dari beberapa sekolah saja , tapi diharapkan agar semaksimal mungkin melibatkan siswa siswi tampil didalamnya. Karena media ini bukan hanya untuk apresiasi seni saja tetapi bagaimana menjalin suatu unsur kebersamaan. Sehingga unsure-unsur yang mengganggu kegiatan belajar mereka seperti unsur kekerasan, kegiatan negatif itu dapat terhindaekan. Hal-hal yang juga sudah disiapkan yaitu berkoordinasi dengan pemerintah kota, beberapa instansi dan lembaga yang terkait.
Dijelaskan kembali oleh Wisnu bahwa kegiatan Kebangkitan Budaya tujuannya yaitu untuk mewujudkan siswa-siswi SMA/SMK se Kota Denpasar sebagai siswa yang kreatif, mandiri dan penuh inovasi, juga untuk mendorong generasi muda agar terbiasa dari sejak dini menjadi sebuah harapan yang nantinya mampu mengemban dan menjadi tumpuan sebagai penerus bangsa serta untuk menarik minat dan bakat remaja-remaja se Kota Denpasar khususnya untuk melirik kembali Budaya Bali dengan sebuah kemasan yang sangat menarik melalui Kebangkitan Budaya, Selain itu manfaat yang didpat dari kegiatan ini adalah memperluas pandangan serta pengetahuan tentang seni dan Budaya Bali dikalangan siswa –siswi SMA/SMK se-Kota Denpasar dan menjadikan siswa-siswi sebagai sumber daya manusia yang handal dalam bidang seni budaya pada khususnya. Ditambahkan lagi bahwa Gelar kebangkitan budaya ini dilaksanakan pada Hari senin, 2 Mei 2011 pada pukul 21.00 wita, bertempat di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.
Dilaksanakannya Kebangkitan Budaya pada tanggal 2 Mei itu atas hasil rapat antara Panitia, beberapa kepala sekolah dan dengan Dinas Pendidikan.yaitu untuk memperingati hari Pendidikan karena basis utama kegiatan ini adalah pelajar dan memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei.
Dalam kegiatan Kebangkitan Budaya 2 Mei 2011 ini selain akan menampilkan Kebudayaan juga aka ada Deklarasi pelajar yaitu siswa-siswi menyampaikan bahwa mereka ingin bersatu, belajar dan menghindari kegiatan-kegiatan yang negatif sperti perkelahian antar pelajar, kekerasan dan sebagainya, satu hal yang juga akan ditambahkan yang akan di gelar dipelataran panggung Arda Candra adalah kegiatan kuliner, yang bertujuan untuk membentuk jiwa wirausaha muda.yang dilibatkan yaitu sekolah SMA dan SMK negeri terdiri dari 13 sekolah dan untuk pedagang lain itu tidak akan dperbolehkan berdagang dikawasan pelaradan arda candra.
Konsep acara yang akan dilaksanakan mengambil tema Tri kaya Parisudha yang isinya didlam pikiran , perkataan maupun perbuatan akan bisa lebih baik kedepannya. Ada pemelasontamanya yang berbentuk oratorium yang berjudul Widyaka Budaya Bali Dwipa yang berarti bangkitnya kembali Budaya Bali. Di Exspresikan pada babak pertama yaitu dimana Bali yang dulu damai, Bali yang dijajah, Bali yang merdeka dan terakhir adalah Bali yang Modern. Diceritakan pada Bali yang modern banyak sekali pengeruh dari luar seperti Budaya-budaya Asing.
Kemudian acara-acara yang akan dilaksanakan pada kegiatan Kebangkitan Budaya adalah Pembukaan, pembacaan doa, Deklarasi pelajar, Penyerahan kayonan sebagai simbul kebangkitan budaya, sambutan dari Bapak Walikota, pemelasan utama oratorium, Operet pelajar se-Kota Denpasar dan terkhir adalah penutup dengan menampilkan Band-band yang melibatkan siswa-siswa se-Kota Denpasar.
Diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan kegiatan ini harus menggunakan pakaian adapt bali, karena tujuan acara ini untuk mengangkat Budaya Bali.
Bapak susila sebagai penelpon yang Menanyakan mengapa acara yang dilaksanakan terlalu singkat, mungkin perlu diadakan pameran sehingga pelajar yang tidak bisa datang kembali keesokan harinya. Dijelaskan oleh Bapak ketut Suyastra sebenarnya ada niat melaksanakan kegiatan panjang tetapi karena melibatkan anak sekolah yang mengharuskan untuk belajar juga mengenai masalah biaya, selain itu melihat tanggal 2 mei adalah hari senin sehbis upacara meraka bisa seharian penuh melihat kegiatan itu dan kemudian dibarengi dengan kegiatan yang ada di Arda candra dan besoknya mereka bisa belajar kembali.
WIsnu menambahkan tentang sosialisasi yang sudah dilaksanakan yaitu memanggil ketua osis atau perwakilan dari satu sekolah SMA / SMK se-Kota denpasar dengan cara mensosialisasikan tentang bagaimana kegiatan yang akan dilakukan , kapan dilaksanakan dan meminta support dari temen-temen lain, juga sudah melalui media televisi maupun cetak.
Pengaturan yg sdh disiapkan oleh SMA 3 selaku penyelenggara yaitu dengan bersatu padumya para guru, pegawai dan siswa ,juga sudah menyebarkan undangan-undangan dan melibatkan bdan yang dimiliki pemerintah , masyarakat setempat dan pecalang desa untuk menyukseskan kegiatan ini.
*tsn*