TALKSHOW KANKER SELVIK
TALKSHOW KANKER SELVIK
“Kanker selvik di negara berkembang merupakan penyakit dengan keganasan tinggi dan di dunia internasional kanker selvik menduduki peringkat kedua,†demikian dijelaskan oleh Dr. I made Sudarmayasa, SP. Og. Hal ini terungkap dalam Talkshow Kesehatan bersama RSUD Wangaya pada hari Kamis, 19 Mei 2011 dengan narasumber yakni Dr. I made Sudarmayasa, SP. Og. Talkshow berlangsung selama 1 jam dipandu oleh penyiar Yenni dengan topik “Kanker Selvikâ€.
“Kanker selvik atau kanker mulut rahim adalah penyakit yang berasal dari leher rahim atau mulut rahim. Penyebabnya saat ini yang sudah ketahui adalah karena virus selain itu, ada juga faktor lain seperti umur, paritas / jumlah anak yang banyak, melakukan hubungan seksual usia dini, atau berhubungan seksual dengan pasangan yang berbeda – beda, merokok†demikian dijelaskan oleh Dr. Sudarmayasa. Umumnya kanker Selvik rentan menyerang wanita yang berusia antara 20 hingga 60 tahun. Untuk di Indonesia sendiri kanker selvik paling banyak disebabkan oleh virus, yakni HPV ( human papilloma virus). Untuk pencegahan kanker selvik masyarakat bisa menggunakan vaksin pencegaahn maupun vaksin pengobatan. Saat ini vaksin pencegahan telah dengan mudah dapat diperoleh dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari kanker selvik. Sedangkan vaksin pengobatan ditujukan untuk menstimulasi atau merangsang kekebalan tubuh seluler yang terinfeksi HVP.
Banyak pasien kanker selvik baru berobat pada saat stadium lanjut, ini karena tidak mengetahui seperti apa gejala dari kanker selvik. Padalah gejala tersebut telah meraka alami berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. “Gejala dari kanker selvik dapat berupa keputihan yang tidak wajar seperti berbau, berwarna, dan disertai nyeri, adanya pendarahan di kemaluan yang tidak normal, adanya pendarahan pada saat berhubungan seksual, di tahap lanjut penderita sering mengalami gangguan kencing dan buang air besar.,†kata Dr. Sudarmayasa.
Mencegah atau mendeteksi kanker selvik bisa dilakukan dengan pap smear dan dengan IVA (Inspeksi Asam Asetat). Kedua cara ini bisa dilakukan di bidan, puskesmas, dokter maupun rumah sakit. Pap smear lebih baik dilakukan sedini mungkin bagi wanita yang telah berkeluarga ataupun yang sudah pernah berhubungan seksual. Untuk vaksin pencegahan kangker selvik bisa dilakukan pada wanita yang belum pernah berhubungan seksual sekitar 12 hingga 14 tahun, karena sedini mungkin lebih baik. Efektifitasnya lebih terjamin karena pada masa pubertas (usia 12-14 tahun) mereka tentu belum pernah berhubungan seksual.
Jika seseorang telah terpapar virus HPV biasanya 5 hingga 10 tahun bisa memicu kanker selvik. Pada awal – awal stadium belum dirasakan gejala yang parah, dan bertahap barulah mengalami gejala yang telah dijelaskan di atas. Kangker selvik penyebarannya bisa ke semua lini, seperti ke jantung, paru - paru, ginjal. Sehingga pasien kanker selvik tidak menutup kemungkinan juga mengalami sesak nafas.
Turut serta berinteraktif melalui telpon 244444, yakni ibu Koming yang bertanya tentang keputihan yang sering dialaminya setiap hari. “Apakah ada indikasi kanker selvik jika mengalami keputihan setiap hari?†Tanya ibu Koming. Dijelaskan oleh Dr. Sudarmayasa bahwa tidak semua keputihan mengindikasikan kanker selvik. “Keputihan terjadi karena peningkatan lender vagina, hal ini bisa saja disebabkan karena sedang mengandung, atau karena menjelang haid atau bahkan setelah haid, inilah yang disebut keputihan normal. Sedangkan keputihan yang tidak normal adalah disebabkan stress, aktifitas yang padat, lingkungan kerja yang berat. Selain itu keputihan tidak normal disebabkan juga oleh infeksi, jamur, dan alat kontrasepsi yang tidak cocok,†demikian dijelaskan oleh Dr. Sudarmayasa.
Kanker selvik terdiri dari beberapa stadium mulai dari stadium nol hingga stadium 4. Setiap stadium memerlukan penangan yang berbeda pula. Pengobatan pada stadium nol hingga stadium 2 bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan leher rahim. Untuk stadium yang lebih tinggi, penanganan dilakukan dengan memberikan serum antikanker. Sebelum mengakhiri talkshow, Dr. Sudarmayasa menghimbau agar masyarakat memeperhatikan prilaku yang bisa mencegah penularan kanker selvik dan melakukan pap smear sedini mungkin serta vaksinasi pencegahan kanker selvik
-dyt-