Talkshow Hari Anak Nasional 23 JULI 2013â€
Talkshow Hari Anak Nasional
“HARI ANAK NASIONAL 23 JULI 2013â€
Host : Rina
Hadir sebagai narasumber :
1. Luh Putu Anggreni - Ketua Harian P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) Kota Denpasar
2. I Gusti Agung Sri Wetrawati - Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan KBPP Kota Denpasar
3. Olga Saraswati - Sekretaris Forum Anak Nasional Pusat Indonesia
Disampaikan oleh Ibu Agung Sri Wetrawati pada hari ini 23 Juli 2013, Bapak Walikota Denpasar tengah mengikuti acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta Pusat sementara untuk Kota Denpasar, peringatan Hari anak Nasional akan diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2013 dipelataran parkir Gedung Sewaka Dharma.
Tahun 2013 ini, Kota Denpasar kembali meraih “Penghargaan Kebijakan Kota Denpasar Menuju Kota Layak Anak Tingkat Nindyaâ€.
Sebelumnya Tahun 2011 pertama kalinya setelah dievaluasi oleh tim independen KLA dari Kementerian langsung mendapatkan Kategori Madya dan naik ke Kategori Nindya di Tahun 2012 melalui evaluasi kebijakan Walikota.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Ibu Agung “Kota Denpasar menuju Kota Layak Anak ini merupakan inisiasi oleh Bapak Walikota Denpasar sehingga mempermudah kemudian untuk dapat ditindaklanjuti oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) melalui program-program†Indikator yang dinilai sehingga Kota Denpasar bisa mempertahankan Penghargaan KLA kategori Nindya adalah Kota Denpasar telah berhasil dapat Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak, yaitu pemenuhan 5 cluster tentang Konvensi Hak Anak berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak yaitu :
1. Hak Sipil dan Kebebasan
2. Hak atas lingkungan keluarga. dan pengasuhan alternatif
3. Hak atas kesehatan dasar & kesejahteraan.
4. Hak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang & kegiatan seni budaya.
5. Hak atas perlindungan khusus.
Ditahun 2013 ini, kegiatan fisik lebih banyak di programkan pada Pendidikan dan pengisian waktu luang saat liburan sekolah.
Bentuk perlindungan terhadap anak melalui P2TP2A Oleh Ibu Luh Putu Anggreni disampaikan bahwa “dengan melihat pada awalnya data kekerasan terhadap anak di Kota Denpasar, masih cukup tinggi angka kasus-kasus tentang seks, hubungan yang tidak baik dengan keluarga, yang cukup menonjol juga anak-anak yang berhadapan dengan hukum, dan kasus lainnya, Pemerintah Kota Denpasar secara progresif menghadirkan P2TP2A yang dapat memberikan perlindungan khusus kepada anak-anak dengan pendampingan, pelayanan, pemahaman, proses mediasi, pemberian ruang ekspresi dll agar menjadi imbang dengan apa yang diharapkan dari Kota Layak Anakâ€
Masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik adanya P2TP2A sebagai
Lembaga yang secara terpadu dari SKPD Kota Denpasar yang dilibatkan seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dll, juga termasuk dilengkapi adanya Psikolog, Pengacara, Polresta Denpasar serta bersama banyak pihak lain yang dihadirkan untuk memberikan pelayanan secara gratis untuk melakukan pendampingan dan ruang-ruang khusus untuk bisa mengangkat derajat hak anak.
Kedepan ada suatu program Masterplan Kota Denpasar untuk bisa menjadi Kota Layak Anak, Kota Sehat, Kota Layak Lansia dan Kota Hijau, karena konsep Kota Layak Anak sifatnya menyeluruh, tidak hanya dari sisi perlindungan khusus, tapi juga dari sisi Pendidikan, sosial ekonomi, perumahan, sarana dan prasarana, air bersih, tempat bermain anak dan sebagainya.
Dalam program Pendidikan dan Pemanfaatan waktu luang saat liburan sekolah yang baru saja bulan lalu.
Dalam kesempatan dialog ini dihadirkan juga Olga Saraswati yang merupakan sekretaris Forum Anak Kota Denpasar yang juga terpilih sebagai Sekretaris Forum Anak Nasional. Forum Anak Kota Denpasar sendiri juga memiliki berbagai kegiatan sosial diantaranya penggalangan dana yang akan disumbangkan untuk anak – anak korban bencana di Indonesia salah satunya Aceh. Dan diharapkan kegiatan ini juga aktif dilakukan di tingkat nasional untuk menumbuhkan kepedulian sosial dalam benak anak – anak di Indonesia.
Sebagai rasa pedulli terhadap anak khususnya di Kota Denpasar, akan dirayakan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional pada tanggal 28 Juli 2013 bertempat di Pelataran Parkir Gedung Graha Sewaka Dharma yang rencananya dihadiri Wali Kota Denpasar. Puncak Peringatan HUT Anak akan dihadiri oleh 2000 anak dan dimeriahkan dengan berbagai lomba yaitu lomba mewarnai untuk anak TK bersama orang tuanya, lomba lari memakai sarung untuk anak TK dan orang tuanya, lomba melukis untuk anak SMA, lomba menyalin aksara bali dan menulis akara bali di daun lontar. Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali di kalangan anak – anak.
Untuk mewujudkan Denpasar sebagai Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Denpasar memberikan hak terhadap anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan sesuai dengan usianya tidak sekedar sebagai objek. Untuk itu perlu adanya dukungan atau diakomodir dengan kebijakan pemerintah seperti forum – forum untuk anak, bidang permberdayaan perempuan dan anak , P2TP2 dan skpd terkait, mengingat anak sangat terbatas dengan pengalaman. Disamping itu jugadibutuhkan juga pola pengasuhan yang tepat dalam keluarga, sehingga terwujud Anak Kota Denpasar Anak Sehat Cerdas dan Ceria.