Menu

Talkshow Forum Pasar Desa

  • Jumat, 29 Juni 2012
  • 946x Dilihat
Pasar desa pedungan didirikan oleh LPM pedungan yang mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan seluruh unsure lainnya.tujuan utamanya untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasar desa pedungan diresmikan tanggal 19 maret 2003 oleh walikota denpasar waktu itu. Ada kendala yang sering ditemui diantaranya sulitnya menyampaikan kebiasaan tradisional yang sering dibawa oleh masyarakat. Demikian dijelaskan oleh Bapak Wayan Manggis selaku kepala pasar desa Pedungan dalam talkshhow interaktif di Radio RPKD 92.6 FM yang dipandu langsung oleh Yenni RPKD. Selain itu juga hadir narasumber dari Forum Pengelola Pasar Desa Kota Denpasar yakni Bapak Agung Indrawan dan Bapak Sukarsena. Lebih jauh dijelaskan bahwa pendapatan pasar sebagian besar untuk cadangan modal dan pengelolaan pasar desa Pedungan sendiri, sementara 20 % diantaranya untuk Desa Pedungan, Desa Adat dan LPM Pedungan sendiri. Pasar desa Pedungan terdiri dari 71 kios dan 52 los yang ada dengan pembagian rata yang dilaksanakan oleh banjar yang ada. Sementara menurut Bapak Agus Indrawan dari Forum pasar menjelaskan bahwa FPPD terus akan memberdayakan anggota pasar desa agar bisa tetap bersaing dengan pasar yang sudah maju. Akan terus menjalin kemitraan dengan pasar yang ada dikota denpasar untuk bisa terus saling komunikasi apa saja yang akan menjadi kendala dalam mengelola pasar. Akan terus mencoba mencari solusi dan menyinkronkan program program yang bisa dipenuhi. Diharapkan penataan pasar bisa terus ditingkatkan. Hal ini tentunya untuk mewujudkan pasar yang mandiri dan tentunya untuk mendata atau memanage pasa tradisional yang ada. Sementara itu menurut Bapak Wayan Manggis, mengungkapkan banyak hal yang didapat setelah adanya Forum Pengelola Pasar Desa, yakni bisa terus meningkatkan komunikasi atas segala permasalahan yang ada, sehinggal hal ini akan mengurangi beban yang sering ada atau dirasakan oleh setiap pasar yang ada di Kota Denpasar. Selain itu juga terus meningkatkan kemajuan dengan selalu melakukan kegiatan rutin setiap bulan. Hal ini juga mencari solusi terbaik untuk menanggulangi segala permasalahan atau kendala yang muncul. Harapannya kedepan terus ditingkatkan untuk bisa memajukan pasar tradisional ditengah menjamurnya atau semakin banyaknya pasar modern yang ada. Dengan bergabung di forum kedepan bisa menjadi support agar bisa terus bersaing dengan pasar modern. Pasar tradisional juga tidak bisa dilepaskan dari masalah sampah, oleh karena itu pasar Pedungan sudah menyiapkan tenaga kebersihan, sudah disiapkan bak sampah yang berbeda untuk sampah organic maupun non organic, hal ini tentunya juga bisa bermanfaat bagi tenaga kebersihan yang ada. Hal ini tentu akan membantu tambahan pemasukan bagi tenaga kebersihan yang ikut membantu. Sementara untuk limbah yang ada di pasar Pedungan tidak terlalu banyak volumenya. Melalui forum pasar desa ini tntunya juga diajarkan bagaimana pengelolaan sampah, sehingga bisa berjalan sesuai keinginan forum pasar desa. Seperti yang diungkap Bapak Agus Indrawan. Selain itu juga ada kreatifitas yang bisa dilakukan untuk bisa mengelola sampah yang sering ada di pasar tradisional, sehingga hal ini menjadi wahana untuk tetap bisa bersaing dengan pasar modern yang ada. Diharapakan juga ada bantuan dari pemerintah agar bisa ikut memajukan pasar tradisional. Dalam waktu dekat akan program pemberdayaan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Disperindag Kota Denpasar. Diakhir talkshow Bapak Wayan Manggis mengatakan bahwa sebagian besar di Pasar Desa Pedungan secara garis besar memberdayakan pedagang local yang ada disekitar Pedungan. *db