Menu

TALKSHOW DSDP TAHAP LANJUTAN, RABU, 16 PEBRUARI 2011

  • Jumat, 18 Februari 2011
  • 1755x Dilihat
Denpasar Sawerage Development Project atau yang biasa disingkat DSDP tentu sudah menjadi istilah yang biasa didengar oleh masyarakat Kota Denpasar. Namun, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa proyek ini hanya memacetkan lalu lintas karena pengerjaannnya yang dilakukan dengan mengeruk badan jalan. Terlepas dari anggapan miring itu RPKD FM menghadirkan tokoh yang kompeten untuk membahas “DSDP TAHAP LANJUTAN” pada talkshow interaktif Wacana Praja hari Rabu, 16 Pebruari 2011. Talkshow dipandu oleh penyiar Krisna berlangsung selama 1 jam dengan narasumber : Bapak Agus Sudarmono dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar, Bapak Ketut Sriawan dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar, serta dari Satker PPLP DSDP Bali hadir Bapak Karuntung dan Bapak M. Musri. Sebagai leading sector DSDP di Kota Denpasar, Dinas PU kota Denpasar melalui Bapak Agus Sudarmo menjelaskan bahwa DSDP adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga yang dipusatkan di daerah Pemogan. Pada prinsipnya Dinas PU kota Denpasar mempunyai tugas dan fungsi dalam pembuatan sambungan pelanggang kemudian hingga tahun 2014 akan berupaya melaksanakan alokasi dana sebanyak 30,5 Miliar yang berasal dari APBD untuk penyelesaian DSDP tahap 2 ini. Rencana pengerjaan DSDP ini menyasar daerah Denpasar, Sanur, dan Kuta, demikian dijelaskan oleh bapak Karuntung. Ini karena Bali selatan yakni Denpasar dan Badung teridinkasi mengalami pencemaran sehingga perlu suatu langkah penanganan. Untuk tahap kedua ini, DSDP akan melayani 4700 sambungan dan sampai saat ini pelanggan yang telah mendaftar mencapai 4500. Di setiap jalan yang akan dilaksanakan DSDP sudah ada tim yang akan menghubungi masyarakat langsung maupun melalui Banjar. Jadi, masyarakat yang sudah dihubungi dapat mendaftar langsung ke pada tim yang bertugas maupun melalui Kelian Banjar. Turut serta berinteraktif yakbi Wayan Arta di Jln. Kenyeri secara Off-air bertanya: kenapa di jln Kenyeri belum ada DSDP padahal di jln Ratna sudah berlangsung dan kenapa untuk pengaspalan kembalinya kurang baik? Dijawab oleh bapak Karuntung dari Satker PPLP DSDP Bali, “Untuk Jln Kenyeri memang belum diprogramkan. Semoga nanti bisa masuk di DSDP Tahap 3 atau nanti kami akan cek ke lapangan, bila memang memungkinkan akan kami lakukan tentunya jika masih ada dana”. Sesuai fungsi Dinas Perhubungan sebagai faktor dan penunjang kelancaran DSDP ini, bapak Seriawan menjelaskan bahawa dengan adanya DSDP ini tentu memunculkan dampak positif maupun negatif. Untuk pengerjaan DSDP yang berpotensi rawan macet yakni di Jln. Kartini, Jln. Nakula, Jln. Sulawesi, Jln. Gatot Subroto, Jln. Suli, demikian juga Jln. Ratna, Jln. WR. Supratman dan Jln. Sari Gading telah disediakan petugas yang siap berjaga di kawasan tersebut. Dan apabila terdapat kegiatan Upacara (utamanya pengabenan) yang berlangsung sejalur dengan jalan yang masih ada pengerjaan DSDP, hal tersebut juga akan mendapat atensi proaktif penuh dari pihak Dishub yang juga bekerjasama dengan Polresta, dan biasanya juga sebelum Upacara berlangsung, masyarakat juga telah memberikan informasi rute-rute yang akan dilalui dan dalam hal ini tentunya Upacara akan mendapat prioritas penanganan. Bapak Gonsales dari Polresta Denpasar menambahkan mengenai kepadatan pada akses/jalur menuju RS.Sanglah, tentunya hal ini sudah dikoordinasikan oleh Polresta dan juga Dinas Perhubungan kota Denpasar untuk penanganannya, salah satunya dengan pemasangan rambu larangan parkir di Jl.Waturenggong, namun masih sering terdapat pelanggaran, utamanya di depan took-toko yang ada di jalur tersebut , begitu juga di seputar Jl.Sudirman, dengan demikian sangat diharapakan partisipasi juga dari masyarakat agar menaati segala peraturan yang ada sehingga dapat tercipta lalu lintas yang tertib dan lancar. Sebagai penutup disampaikan pesan dari Dinas PU Kota Denpasar, yaitu apabila di daerah rumah warga sudah terpasang pipa induk sebaiknya jangan ditolak, berhubung saat ini masih gratis. Kemudian juga terkait dengan seringnya Kota Denpasar terkena banjir, dimohon juga kesadaran warga agar tidak membuang sampah disungai, sehingga tidak sampai terjadinya pembukaan manhole sebagai maksud pengurangan banjir akan tetapi nantinya malah akan berakibat luapan air kotor dari manhole ke daerah lain yaitu sesetan dan sekitarnya. Dari DSDP disampaikan bahwa bekas pengerjaan proyek DSDP akan dilakukan pengaspalan ulang, dan dari data didapat saat ini masih ada sekitar 500 calon pelanggan yang belum memberi persetujuan untuk pemasangan DSDP. Hal ini sangat disayangkan karena saat ini berhubung masih ada dana yang tersedia, sambungan DSDP masih bisa dinikmati calon pelanggan dengan gratis, namun apabila proyek DSDP sudah rampung dan berfungsi sesuai tujuan dibuatnya, maka penyambungan baru akan dipungut sejumlah biaya. Kemudian DSDP mengharapkan kerja sama dari warga apabila hal-hal yang menghambat aktivitas warga kota terkait dengan adanya DSDP, silahkan bisa langsung menghubungi DSDP di (0361) 248583. Dalam kesempatan ini juga, Bp.Karuntung juga menghimbau warga kota Denpasar, untuk selalu mendengarkan Radio Pemkot Denpasar untuk mendapatkan informasi mengenai ruas-ruas jalan yang masih terdapat pengerjaan proyek DSDP dan juga untuk wilayah-wilayah yang belum terdapat DSDP, silahkan bisa menyampaikan permohonan, bisa disampaikan kepada Lurah/lingkungan setempat, kemudian akan dicek ke Lapangan oleh DSDP, apabila memungkinkan dan masih terdapat dana akan dikerjakan pada tahap ini, namun apabila tidak cukup dana, maka akan direncanakan untuk tahap DSDP selanjutnya. Bp.Sriawan dari Dinas Perhubungan dan Bp Gonzales dari Polresta Denpasar menghimbau warga kota agar bersabar pada proyek DSDP yang sedang berlangsung karena setelah proyek ini rampung, masyarakat akan merasakan manfaatnya, dan agar tetap tertib di perjalanan, karena penyebab kemacetan di Kota Denpasar bukan hanya berasal dari DSDP, akan tetapi juga dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang telah diberlakukan . *adm-rpkd .