Menu

TALKSHOW DETEKSI KANKER PAYUDARA

  • Jumat, 20 April 2012
  • 1285x Dilihat
Kamis, 19 April 2012 berlangsung Talkshow dengan topik “ Deteksi Dini Kanker Payudara” dengan narasumber dr. A.A Ngurah Pretangga, Sp.B yang dipandu Yenni. Acara ini berlangsung selama satu jam di 92,6 RPKD FM. . Mendengar nama Kanker yang terdapat dalam pikiran kita tentu saja sebuah nama penyakit yang sangat berbahaya Kanker Payudara adalah kanker yang terjadi pada jaringan payudara. Kanker jenis ini umumnya terjadi pada kaum hawa. Kanker payudara merupakan kanker yang sering dijumpai dalam masyarakat Indonesia dan menempati tempat ke dua terbanyak setelah kanker leher rahim. Penderita memeriksakan diri umumnya sudah pada stadium lanjut, sehingga sukar disembuhkan. Biasanya hal tersebut disebabkan karena ketidaktahuan penderita, keterbatasan dokter mendiaknosa atau merujuk pasien. Pengalaman Bapak Dokter biasanya penderita terdeteksi kanker payudara sudah stadium tiga. Prosedur diagnosis atau deteksi bisa di deteksi oleh diri sendiri yaitu memeriksa payudara adakah benjolan atau kelainan.Mengamati payudara dari cermin apakah payudara simetris kanan kiri, apa ada seperti kulit jeruk atau pelebaran pelebaran pembuluh darah, dan meraba payudara apakah ada perbedaan dengan sebelumnya. Jika di temukan kelainan pada payudara, disarankan agar segera diperiksakan ke rumah sakit. Dalam talkshow ini warga kota berkesempatan bertanya kepada narasumber di line telp.244444. Penanya pertama, Ibu Indra yang bertanya “ada benjolan yang kadang muncul kadang hilang disebelah kiri dan bentuk payudara tidak sama. Apakah ini gejala kanker payudara?” Dijelaskan oleh dr. A.A Ngurah Pretangga, Sp.B , jika payudara tidak simetris dari masa akil balik, itu normal. Namun jika tidak simetris beberapa bulan terakhir dan cepat perubannya, itu dapat diperikasaan lebih lanjut ke dokter. Untuk benjolan yang muncul hilang itu merupakan kelainan yang tidak mengarah keganasan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara adalah proses perubahan genetic, obesitas, pola hidup dan makanan juga berpengaruh.Selain itu kanker payudara juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Yaitu adanya mutasi pada beberapa gen yang dapat memicu terjadinya kanker payudara. Yaitu gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Dari hasil penelitian kanker payudara dapat terjadi pada wanita yang tidak menikah, menikah namun tidak memiliki anak, menikah dan memiliki anak namun tidak menyusui.Ini ada hubungannya dengan faktor hormonal. Diakhir talkshow, dr. A.A Ngurah Pretangga, Sp.B mengatakan pentingnya deteksi dini, jangan takut memperiksakan diri ke rumah sakit agar penanganan tidak terlambat.