Menu

TALKSHOW BERSAMA YAYASAN KERTI PRAJA JUMAT, 20 JUNI 2014

  • Jumat, 20 Juni 2014
  • 2282x Dilihat

Topik : TOP "Temukan Obati Pertahankan"

Narasumber : Risa dan Asti (Yayasan Kerti Praja)

Host : Yuniary

TOP merupakan strategi baru untuk menanggulangi permasalahan HIV-AIDS yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang melibatkan 13 kabupaten/kota di Indonesia sebagai pilot project, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung merupakan dua di antara 12 kabupaten/kota tersebut. TOP merupakan kepanjangan dari  Temukan, Obati, dan Pertahankan.

TEMUKAN

Yang dimaksud Temukan dalam strategi TOP ini adalah, bagaimana kita bersama-sama dapat menemukan kasus HIV-AIDS di masyarakat sedini mungkin dengan cara memberikan sosialisasi HIV-AIDS dan melibatkan masyarakat untuk aktif mencari tahu tentang informasi HIV-AIDS secara benar.

Setelah mendapatkan informasi yang benar masyarakat yang merasa beresiko diharapkan mau memeriksakan diri dan bersedia untuk VCT. Yang dianjurkan untuk VCT tidak hanya yang mempunyai keluhan penyakit kelamin, tetapi juga yang masih merasa sehat namun memiliki perilaku seksual aktif berisiko seperti berganti-ganti pasangan, berhubungan seksual tanpa kondom, bahkan ibu rumah tangga dan ibu hamil sekarang juga disarankan untuk VCT karena kasus HIV pada Ibu hamil dan ibu rumah tangga semakin banyak ditemukan.

Anjuran untuk melakukan VCT sedini mungkin bertujuan untuk mengikis fenomena gunung es dari penyakit HIV-AIDS yang ada di masyarakat. Dengan menemukan kasus HIV-AIDS sebanyak-banyaknya dan kemudian ditindaklanjuti dengan pengobatan, laju penyebaran HIV-AIDS bisa diminimalisir dan semakin ditekan.

Jadi dalam Temukan ini paradigm atau pandangan terhadap HIV-AIDS harus diubah. Jangan takut untuk periksa, jangan takut untuk mengetahui status, karena semakin awal status HIV seseorang diketahui, upaya pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin.

Untuk masyarakat yang ingin melakukan VCT, Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah memperluas penyedia layanan VCT. Kini seluruh Puskesmas yang ada di Denpasar telah menyediakan layanan VCT, yaitu:

1.      Puskesmas Denpasar Selatan IV

Jl.  Pulau Moyo, Kelurahan Pedungan

2.      Puskesmas Denpasar Selatan III

Jl. Gelogor Carik Denpasar

3.      Puskesmas Denpasar Selatan II

Jl. Danau Buyan III No. 6 Sanur

4.      Puskesmas Denpasar Selatan I

Jl. Gurita No. 8 Sesetan

5.      Puskesmas Denpasar Timur I

Jl. Hayam Wuruk atau Jl. Pucuk No.1

6.      Puskesmas Denpasar Timur II

Jl. Nagari No. 3 Denpasar

7.      Puskesmas Denpasar Barat I

Jl. Gunung Rinjani

8.      Puskesmas Denpasar Barat II

Jl. Gunung Soputan Gg. Puskesmas No. 3

9.      Puskesmas Denpasar Utara I

Jl. Angsoka No. 17 Denpasar

10.  Puskesmas Denpasar Utara II

JL. Gunung Agung Gg. II No. 8x

11.  Puskesmas Denpasar Utara III

Jl. Ahmad Yani

Selain di puskesmas, layanan VCT juga bisa diakses di beberapa tempat, seperti:

12.  Yayasan Rama Sesana (layanan VCT dan IMS)

Jalan Gajah Mada, Pasar Badung Lt IV Denpasar, Tlp  0361-710001

13.  Yayasan Kerti Praja  (layanan VCT dan IMS)

Jalan Raya Sesetan No. 270 Denpasar, tlp 0361-728916/17

14.  Klinik Merpati RSUD Wangaya

15.  Klinik Nusa Indah RSUP Sanglah

 

Obati

Jika telah melakukan VCT dan hasilnya positif, pasien diharapkan banyak berkonsultasi kepada dokter di layanan agar sesegera mungkin mendapatkan pengobatan. Sejak awal 2014 telah ada program SUFA (Strategic Use of ARV) atau strategi penggunaan ARV, yaitu proyek percontohan untuk memutus mata rantai penularan HIV dengan strategi memberikan pengobatan ARV kepada setiap ODHA tanpa melihat angka CD4. Sebelumnya, ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) baru disarankan memulai terapi ARV jika angka CD4 berada di bawah angka 350. Dengan SUFA, pendekatan yang digunakan adalah Treatment as Prevention (TASP) atau pengobatan sebagai pencegahan yang asumsinya bahwa ODHA yang mendapat Anti Retroviral Treatment (ART) akan sangat kecil kemungkinannya untuk menularkan jika viral load (jumlah virus HIV di dalam tubuhnya) bisa ditekan serendah mungkin serta tidak mempunyai Infeksi Menular Seksual (IMS), sehingga ODHA yang mendapatkan ART hampir tidak bisa atau kecil sekali kemungkinannya menularkan virus HIV-nya pada orang lain.

Jika strategi ini berhasil, setiap orang yang ditemukan HIV positif pada tes VCT mau dan siap mendapatkan pengobatan dengan terapi ARV, maka kemungkinan penularan HIV-AIDS bisa semakin ditekan.

Saat ini di Denpasar pengobatan ARV dapat diakses di RSUD Wangaya, RSUP Sanglah, dan Yayasan Kerti Praja.