Narasumber : dr. Dewi Catur Wulandari, SpPD (Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya)
Penyiar : Yani Kurniawati
DIABETES MELITUS
Diabetes melitus = DM = kencing manis = sakit gula
Menurut American Diabetes Association (ADA) tahu 2010 : penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan seksresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk mengatur kadar gul dalam darah tetap normal. Data di Indonesia pada tahun 2000 ada sekitar 8,4 juta penyandang Diabetes Melitus (diabetisi) dan WHO memprediksi akan terjadi peningkatan menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Diabetes Melitus ini dibagi menjadi beberapa tipe yaitu :
Tipe 1 : destruksi sel beta, mejurus ke defisiensi indulin asolut (autoimun, idiopatik)
Tipe 2: dominan resistensi insulin defisiensi insulin relatif, sampai yang dominan defek sekresi insulin disertai resistensi insulin
Tipe lain : defek genetik fungsi sel beta, defek genetik kerja insuliln, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati, karena obat atau zat kimia , infeksi , imunologi, sindrom genetik lalin yang berkaitan dengan DM.
Gejala - gejala dari penyakit diabetes ini meliputi gejala klasik dan gejala tidak khas.
Gejala klasik 3P : Poligafia (banyak makan), Polidipsia (banyak minum), Poliuri (banyak kencing) , disertai penurunan berat badan sedangkan untuk gejala tidak khasnya yaitu : badan lemah, kesemutan, lesu, cepat merasa lelah, mata kabur, gatal-gatal di kemaluan, luika sulit sembuh, impoten (disfungsi ereksi).
Faktor Resiko Diabetes:[38]
Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) Ada 4 pilar Pengendalian penyakit diabetes:[38]
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026