TALKSHOW BERSAMA RSUD WANGAYA KAMIS, 30 JUNI 2011
Setiap orang tentu ingin terlihat cantik dan menarik. Beragam cara dilakukan guna mewujudkan penampilan yang mendekati sempurna. Mata merupakan bagian tubuh yang selalu ingin dirawat dan dipercantik. Salah cara yang bisa ditempuh yakni dengan menggunakan lensa kontak. Untuk mengetahui seperti apa fenomena yang terjadi di masyarakat, 91,45 RPKD FM mengadakan talkshow dengan menghadirkan seorang dokter spesialis mata yakni ibu Dr. Seri Sukmawati,Sp.M sebagai narasumber dari RSUD Wangaya Kota Denpasar. Talkshow berlangsung selama 60 menit dipandu oleh penyiar Yenni.
Di awal talkshow ibu dokter menjelaskan bahwa ada 2 jenis lensa kontak yakni ‘day wear’ dan ‘extended wear’. Untuk jenis ‘day wear’ adalah lensa kontak yang hanya digunakan pada siang hari dan dilepas pada malam hari. Sedangkan ‘extended wear’ adalah lensa kontak yang dapat digunakan pada siang maupun malam hari. Kedua jenis lensa kontak ini memiliki daya tahan yang beragam. Ada yang hanya 3 bulan, 6 bulan dan bahkan 1 tahun.
Untuk penggunaan lensa kontak, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, dilanjutkan dengan disinfeksi kemudian direndam untuk pembasahan dan penggunaan tetes mata. Dahulu, masyarakat sering kesulitan melakukan tahapan – tahapan tersebut. Namun, kini sudah lebih sederhana karena sudah ada cairan yang mencakup pembersihan,disinfeksi, dan pembahasan. Yakni dengan diteteskan sedikit di telapak tangan untuk pembersihan dan langsung dapat direndam. Pada saat pemakaian lensa kontak sebaiknya digunakan tetes mata untuk menjaga kadar air.
Ibu Indri di Denpasar Barat turut serta berinteraktif dengan bertanya, ’penggunaan lensa kontak kadang merepotkan selain itu kondisi bola mata kadang tidak pas dengan lensa kontak. Bagaimana penggunaan yang benar Dok, dan jika dipakai terus menerus apakah tidak bahaya?‘ Dijelaskan oleh ibu dokter Seri bahwa penggunaan lensa kontak memang memerlukan tindakan khusus namun jika sudah dilakukan secara benar tentu tidak akan ada masalah dalam penggunaan lensa kontak tersebut. Misalnya ibu Indri merasa kesulitan, bisa dikonsultasikan ke dokter mata mengenai lensa kontak yang seperti apa yang cocok ibu Indri gunakan.
Selanjutnya ibu Dewi di Tohpati yang bertanya, ‘kelainan pada mata bisa diobati dan tidak perlu menggunakan kacamata. Ada cara yang disebut lasik untuk mengobatinya, saya ingin bertanya seperti apa caranya? Lalu apakah mata minus atau plus itu dipengaruhi faktor keturunan? Dan makana apa saja yang bisa kita konsumsi untuk pengobatan maupun pencegahan?’ Dijelaskan langsung oleh ibu dokter Seri, ‘Lasik merupakan tekhnik terbaru untuk mengatasi gangguan mata, prosesnya tidak lama dan hasilnya sangat bagus untuk mata minus, plus, maupun selinder dengan hasil permanen.’ Sedangkan untuk mata plus dapat disebabkan oleh usia yakni mulai dari 40 tahun ke atas yang merupakan hal normal karena semua orang akan mengalaminya akibat berkurangnya kelenturan lensa. Sedangkan faktor keturunan dapat juga mempengaruhi kecendrungan seseorang mengalami mata plus, minus maupun selinder. Selain itu, gaya hidup saat ini yang menuntut seseorang untuk sering berhadapan dengan layar komputer juga karena adanya cedera mata dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mata. Pada prinsipnya makanan yang dapat kita konsumsi untuk menjaga mata sehat tentunya adalah makanan yang kaya vitamin, dan bergizi.
Sebelum mengakhiri talkshow ibu dokter Seri menghimbau agar warga kota teliti sebelum memakai. Jika terjadi sesuatu cepatlah menghubungi dokter. Dan seandainya memang tidak perlu sekali, sebaiknya gunakanlah hanya untuk penampilan sesaat.
dyt