Talkshow bersama RSUD Wangaya
TALKSHOW MENGENAI TYPUS DAN DEMAM BERDARAH BERSAMA RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR
Setiap hari Kamis minggu pertama dan ketiga dilaksanakan talkshow kesehatan bersama RSUD Wangaya. Untuk edisi Kamis, 9 Juni 2011 hadir Bapak Dr. Wirama (spesialis penyakit dalam) sebagai narasumber dalam talkshow dengan topik “Typus dan Demam Berdarah†di RPKD 91,45 FM yang dipandu oleh Yenni RPKD. Talkshow berlangsung selama satu jam mulai Pk. 09.00 hingga Pk. 10.00 wita. Simak rangkumannya berikut ini.
“Penyakit Typus dan Demam Berdarah ini memang berbeda namun memiliki gejala awal yang sama yaitu panas atau demam. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Sedangkan typus disebabkan oleh kuman salmonela typusa yang lebih mudah masuk melalui makanan dan minuman sehari-hari,†demikian dijelaskan oleh dokter Wirama di awal talkshow. Gejala awal dari penyakit typus adalah demam namun lebih dominan merasa nyeri kepala yang hebat / pusing. Jika demam berdarah gejalanya panas biasa dengan pola panas seperti tapal kuda ( demam naik turun), bintik merah, penurunan trombosit, dan peningkatan hematograte. Selain itu ciri fisik dari penderita typus yakni lidah yang berwarna putih serta pelambatan detak jantung.
Demam berdarah merupakan penyakit yang menyerang darah dengan merusak trombosit. Sedangkan typus adalah penyakit yg menyerang organ pencernaan. Kuman salmonela typusa senang hidup di usus pasien typus, sehingga menyebabkan pasien mengeluh mual, muntah, diare, atau susah buang air besar. Kuman salmonela typusa akan sangat berbahaya jika menyerang darah otak karena dapat menyebabkan kematian. Untuk pasien demam berdarah, kita harus tahu kapan pertama kali mengalami panas. Kemudian di hari ketiga dapat dilakukan pemeriksaaan demam berdarah secara lebih rinci. Lalu pada hari ke-4 hingga ke-7 pasien akan mengalami penurunan, dan pasien akan merasa lebih nyaman, padahal saat ini merupakan frase yang belum baik dan trombosit masih menurun. Di hari ke-8 barulah trombosit akan naik, apalagi jika makan dan minum pasien baik maka peningkatan trombosit akan cepat mencapai normal. Untuk pasien typus juga mengalami masa – masa panas demam seperti demam berdarah, namun di hari ke-5 atau ke-6 pasien sudah membaik dengan pemberian antibiotik. Pasien di katagorikan sudah benar – benar baik adalah bila dalam 3 hari berturut – turut sudah tidak panas dan dapat makan minum dengan baik.
Ibu Arini turut serta berinteraktif melalui 244444 bertanya “Mengapa dia mengalami DB selama seminggu namun 2 bulan berikutnya kembali mengalami DB, apa yang harus dilakukan dan apa bahayanya ke depan?†Dijawab oleh dokter Wirama bahwa pasien memang bisa saja mengalami infeksi yang kedua. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar tidak terserang DB kembali dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika sudah sembuh dari infeksi yang kedua. Namun, pernah juga ditemukan kasus satu pasien dengan penyakit DB sekaligus typus. Untuk penanganannya tidak ada bedanya yakni dengan pemberian cairan untuk DB dan antibiotik untuk typus.
Ibu Ardani di Peguyangan bertanya, Sering kali gejala typus dan DB terlihat sama, kemudian bagaimana cara membedakan karena pernah kasus suami saya sebenarnya salah makan sehingga diare disertai panas demam dan setelah di bawa ke rumah sakit dinyatakan DB. Dijelaskan oleh dokter Wirama, dari panas badan dan diare mungkin trombositnya ada penurunan sedikit sehingga dicurigai mengarah ke DB. Jika ingin hasilnya lebih optimal, pasien bisa meminta tes widal / tes darah. Selanjutnya Bapak Agus bertanya bagaimana upaya pemerintah mencegah DB karena Fogging saja rasanya tidak cukup? Dijawab langsung oleh dokter Wirama, Fogging merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meminimalkan infeksi DB. Sebetulnya upaya yang paling bagus untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk yakni dengan gerakan 3M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas). Selain itu, cara sederhana lainnya adalah menjaga kondisi kita dengan cara makan dan istirahat yang cukup.
-dyt-