Menu

TALKSHOW BERSAMA PIK M

  • Senin, 12 Januari 2015
  • 1257x Dilihat

 

 

 

Jumat, 9 Januari 2015

Topik : Pengaruh Keterampilan Asertif dalam mencegah Resiko Seksualitas pada Remaja

 

Narasumber :

1. Made Suprayogi

2. Ni Pt Heny Aprisa

3. Dian Anggraeni

4. I.A. Surya Dewi

 

Penyiar : Yuni

 

 

Asertif adalah sebuah sikap atau perilaku untuk mengekspresikan diri secara tegas kepada pihak lain tanpa harus menyakiti pihak lain ataupun merendahkan diri di hadapan pihak lain. Bersikap tegas  sebuah cara khusus yang dapat dipelajari dan dipraktekkan guna menghindari dorongan dari teman sebaya yang cenderung membawa risiko seksualitas. Sikap tegas (asertif) membuat seseorang mampu menyatakan pikiran, perasaan dan nilai-nilai mengenai sesuatu secara terbuka dan langsung, dengan tetap menghormati perasaan dan nilai-nilai, dengan memiliki sifat asertif maka remaja akan mempunyai skill untuk memproteksi diri.

Penerapan sikap asertif untuk kelompok remaja sangat diperlukan dalam menghadapi tekanan remaja sebaya, terlebih remaja telah menjalani hubungan berpacaran. Pada remaja yang menjalani hubungan berpacaran timbul berbagai tekanan seksual yang tidak mampu ditolak oleh pasangannya. Tekanan itu berkaitan dengan ajakan untuk terlibat kedalam risiko Triad KRR, khususnya seksualitas. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung bersikap labil dan belum mengarahkan pemikiran terhadap dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu selain meningkatkan pengetahuan remaja harus mempunyai keterampilan hidup (Life skills) guna mencegah tekanan seksual teman sebaya. Life skills yang harus dikuasi remaaja adalah kemampuan bersikap tegas (assertif).Dengan memiliki sikap asertif maka remaja akan memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi secara efektif terhadap pasangannya guna menolak ajakan yang menjerumuskan menuju perilaku seks sebelum menikah.

Teknik asertif yang kami sarankan adalah selalu mengalihkan pembicaraan ketika arah pembicaraan pasangan menjurus pada kegitan seksual. Memberi penjelasan terhadap pasangan akan risiko yang ditimbulkan akibat hubungan seksual secara asertif. Mengatakan terus terang dan mengulang kata “tidak” adalah upaya yang efektif untuk mencegah risiko sekualitas. Menghindari situasi yang memungkinkan tekanan seksual pada remaja. Penulisan artikel ini memiliki kelemahan, yaitu sikap asertif lebih banyak diungkapkan dengan komunikasi sehingga perlu adanya sikap asertif yang dihujudkan dengan tindakan langsung namun tetap menghormati teman sebaya dan tidak bersifat mementingkan keinginan sendiri.