Jumat, 9 Januari 2015
Topik : Pengaruh Keterampilan Asertif dalam mencegah Resiko Seksualitas pada Remaja
Narasumber :
1. Made Suprayogi
2. Ni Pt Heny Aprisa
3. Dian Anggraeni
4. I.A. Surya Dewi
Penyiar : Yuni
Asertif adalah sebuah sikap atau perilaku untuk mengekspresikan diri secara tegas kepada pihak lain tanpa harus menyakiti pihak lain ataupun merendahkan diri di hadapan pihak lain. Bersikap tegas sebuah cara khusus yang dapat dipelajari dan dipraktekkan guna menghindari dorongan dari teman sebaya yang cenderung membawa risiko seksualitas. Sikap tegas (asertif) membuat seseorang mampu menyatakan pikiran, perasaan dan nilai-nilai mengenai sesuatu secara terbuka dan langsung, dengan tetap menghormati perasaan dan nilai-nilai, dengan memiliki sifat asertif maka remaja akan mempunyai skill untuk memproteksi diri.
Penerapan sikap asertif untuk kelompok remaja sangat diperlukan dalam menghadapi tekanan remaja sebaya, terlebih remaja telah menjalani hubungan berpacaran. Pada remaja yang menjalani hubungan berpacaran timbul berbagai tekanan seksual yang tidak mampu ditolak oleh pasangannya. Tekanan itu berkaitan dengan ajakan untuk terlibat kedalam risiko Triad KRR, khususnya seksualitas. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung bersikap labil dan belum mengarahkan pemikiran terhadap dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu selain meningkatkan pengetahuan remaja harus mempunyai keterampilan hidup (Life skills) guna mencegah tekanan seksual teman sebaya. Life skills yang harus dikuasi remaaja adalah kemampuan bersikap tegas (assertif).Dengan memiliki sikap asertif maka remaja akan memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi secara efektif terhadap pasangannya guna menolak ajakan yang menjerumuskan menuju perilaku seks sebelum menikah.
Teknik asertif yang kami sarankan adalah selalu mengalihkan pembicaraan ketika arah pembicaraan pasangan menjurus pada kegitan seksual. Memberi penjelasan terhadap pasangan akan risiko yang ditimbulkan akibat hubungan seksual secara asertif. Mengatakan terus terang dan mengulang kata “tidak” adalah upaya yang efektif untuk mencegah risiko sekualitas. Menghindari situasi yang memungkinkan tekanan seksual pada remaja. Penulisan artikel ini memiliki kelemahan, yaitu sikap asertif lebih banyak diungkapkan dengan komunikasi sehingga perlu adanya sikap asertif yang dihujudkan dengan tindakan langsung namun tetap menghormati teman sebaya dan tidak bersifat mementingkan keinginan sendiri.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026