Menu

TALKSHOW BERSAMA LK3 PROVINSI BALI “PEMICU DAN SOLUSI KORBAN TINDAK KEKERASAN”

  • Sabtu, 15 Oktober 2011
  • 1204x Dilihat
Saat ini kehidupan masyarakat dapat dikatakan dekat sekali dengan tindak kekerasan. Hal ini karena hampir setiap hari terjadi tindak kekerasan yang melibatkan anak, orang tua, dan anggota keluarga lainnya. Kondisi ini amatlah mengkhawatirkan dan perlu disikapi bersama. Hal inilah yang mendasari LK3 Provinsi Bali untuk mengangkat topik “Pemicu dan Solusi Korban Tindak Kekerasan” pada talkshow di hari Sabtu, 15 Oktober 2011. Talkshow berlangsung selama 1 jam mulai pukul 09.00 hingga 10.00 di pandu oleh penyiar Dyta. Hadir sebagai narasumber yakni bapak Kuswiyanto dari LK3 Provinsi Bali, Nena Mawarsari, P.Si selaku Psikolog LK3 Provinsi Bali dan Mbak Alit selaku salah satu masyarakat yang pernah mengalami tindak kekerasan. Bapak Kuswiyanto menjelaskan, “Korban tindak kekerasan adalah seseorang yang mengalami perlakuan menyimpang oleh orang lain baik secara individual maupun secara kelompok.” Dilanjutkan oleh Nena Mawarsari bahwa sebenarnya kekerasan itu bukan hanya ketika seseorang dipukul, tapi sebenarnya tindak kekerasan itu sangat luas. Ada kekerasan secara fisik, artinnya sudah menyakiti anggota tubuh kita. Kemudian secara psikis, bisa berupa diskriminasi, penelantaran, ketidakadilan, dan perlakuan yang salah pada seseorang yang efeknya bisa membuat malu, membuat marah, dan membuat nama baiknya tercoreng. Ada juga bentuk kekerasan secara ekonomi, misalnya seorang suami yang tidak menafkahi istri atau orang tua yang tidak memberikan materi yang layak untuk anak – anaknya. Yang terakhir ada juga kekerasan secara seksual, bisa berupa hubungan antara dua orang yang punya hubungan pacar atau suami istri yang melakukan tindak kekerasan secara seksual. Turut serta berinteraktif melalui 0361 – 244444 yakni Robi di Padangsambian yang menanyakan mengapa sering sekali anak – anak yang menonton tayangan kekerasan ikut – ikutan melakukan tindak kekerasan. “Apakah tindak kekerasan itu dapat menular?” Tanya Robi. Dijelaskan oleh Nena Mawarsari, “Ya tentu saja dapat menular, mengingat anak itu adalah masa – masa ingin tahu apa yang dia lihat dan dengar. Jadi, jika tayangan yang dicerna begitu saja tanpa didampingi oleh orang tua, mungkin yang dia liat adalah tayangan yang berpura – pura. Solusi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan pengurangan konsumsi tayangan kekerasan oleh orang tua terhadap tayangan yang ditonton anak – anaknya. Mbak Alit, narasumber terakhir, mengaku dulu pernah mengalami kekerasan semasa kanak – kanak. Tindak kekerasan yang dialami yakni berupa penyiran kopi ke tubuh Alit oleh Ayahnya saat Alit rewel. Dari kejadian yang telah dialami, Alit merasa sedih, takut, kehilangan konsentrasi dan nafsu makan. Nena Mawarsari menjelaskan untuk korban tindak kekerasan, penanganannya bisa dilakukan dengan konseling, yakni konsultasi agar terhindar dari pelaku tindak kekerasan, dan pelaku tersebut tidak melakukan tindak kekerasan lagi. Selanjutnya, memulihkan korban dengan mengembalikan kepercayaan dirinya, menata hidupnya lebih baik lagi dan berusaha membantu korban melupakan kejadiaanya sehingga traumatiknya tidak melekat terlalu lama. Untuk LK3 Provinsi Bali, banyak sekali kasus tindak kekerasan yang ditangani. Pelayanan yang diberikan LK3 dapat berupa pelayanan aktif dan pasif. Yang dimaksud pelayanan aktif adalah LK3 mengamati kondisi masyarakat dan langsung bertindak begitu ditemukan adanya tindakan kekerasan. Sedangkan pelayanan pasif yakni pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang datang langsung ke LK3 atau melapor ke kantor LK3. Jadi, bagi masyarakat yanga mengalami tindak kekerasan jangan ragu untuk melapor ke kantor LK3 Provinsi Bali yang beralamat di jln. Serma Mendra No. 3 Denpasar,tepatnya di sebelah panti Dria Raba. Atau dapat juga menghubungi telepon 0361 – 7478041 pada jam dan hari kerja. Diakhir talkshow, Nena Mawarsari berpesan, “Tanamkan dalam diri kita, tidak boleh seorangpun menyakiti diri kita kecuali kita yang mengijinkan. Jadi, ketika kita sudah mengalami tindak kekerasan, maka cepat bereaksi melapor, atau meminta pendampingan kepada LK3,” kata Nena sembari mengakhiri talkshow. -dyt-