TALKSHOW BERSAMA LK3 BINA SEJAHTERA PROPINSI BALI SABTU, 13 JULI 2013 PUKUL 17.00 – 18.00 WITA
Talkshow menghadirkan narasumber (nena mawar sari, psikolog), dan novi (praktisi pendidikan dan kesehatan) mengulas mengenai peran pendidik (guru) dalam membantu mengatasi masalah psychis siswa.
Bertepatan dengan tahun ajaran baru saat ini anak - anak sekolah banyak yang mengalami masalah yang tidak hanya berpengaruh pada fisik mereka juga terhadap psikisnya. Masalah yang sering dihadapi oleh anak sekolah seperti bulliying, tawuran, konsentrasi belajar, perselisihan dengan guru ataupun sesama teman tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak kedepannya. Untuk itu perlu adanya peran pendidik dalam hal ini guru disekolah serta orang tua untuk membantu agar anak - anak agar bisa lebih terbuka mengungkapkan masalah yang sedang mereka alami.
Dilihat dari definisinya pendidik adalah orang yang berkecimpung di dunia pendidikan seperti guru, dosen, ataupun pemerhati pendidikan yang bertugas memberikan ataupun mentransfer ilmu kepada siswa. Gambaran pendidikan saat ini sudah jauh berbeda dengan dahulu dimana saat ini siswa banyak yang tidak punya lagi rasa takut maupun rasa sungkan terhadap gurunya. Untuk itu sebagai seorang guru perlu menciptakan rasa nyaman dan saling menghormati sebelum memulai pelajaran
Saat ini guru atau pendidik tidak hanya sebatas mengajar, tapi guru bertugas mengajar dan mendidik , mengajar hanya mentrasfer ilmu, sedangkan tugas guru sebagai pendidik lebih bagaimana menciptakan anak yang bermoral dan sopan santun dan memiliki budi pekerti. Untuk bisa mendidik sangat dipengaruhi juga oleh sosok dan kepribadian guru tersebut dalam artian guru harus memberikan contoh yang baik bagi siswanya. Tugas mendidik tidak hanya menjadi tugas guru akan tetapi juga menjadi tugas orang tua serta masyarakat. Karena tidak semua anak bisa terbuka baik kepada gurunya atau kepada orang tuanya jadi antara guru dan orang tua perlu bersinergi menciptakan suasana agar anak merasa nyaman dan bisa mengungkapkan masalah yang sedang dihadapi dengan lebih terbuka. Seperti halnya guru BK (bimbingan konseling) seharusnya memberikan konseling dan mendidik anak – anak agar bertingkah laku lebih baik, namun saat ini guru BK atau BP sering kali dihindari siswa. Dalam hal pendampingan masalah psikis siswa guru seharusnya menempatkan diri sebagai orang tua kedua setelah orang tua di rumah, sangat penting bagi guru untuk mendapingi siswa dalam mengatasi masalah psikisnya sehingga tujuan untuk mendidik dan mencerdaskan anak – anak bangsa bisa terwujud.
Keterbukaan siswa dalam menggungkapkan masalahnya tergantung dari gaya pendekatan guru terhadap siswa serta tergantung pada kepribadian siswa, daya tangkap dan latar belakang keluarga tersebut apakah mereka mau secara terbuka untuk mengungkapkan masalahnya. Biasanya siswa bisa lebih terbuka dengan sesama temannyaakan tetapi sebaiknya siswa bisa lebih sering berkomunikasi dengan guru atau orang tua dalam masalah – masalah yang bersifat riskan untuk tindak lanjut kedepannya.
Tidak semua guru bisa care terhadap masalah yang dihadapi siswa tergantung dari karakter dan kepribadian guru tersebut. Guru seharusnya memberikan contoh yang patut ditiru misalnya dalam hal disiplin maupun moral. Perlu adanya kebijakan dari atasan dalam hal ini kepala sekolah untuk mewajibkan guru untuk selalu bersikap professional dalam mendidik siswa jadi apapun kondisi yang sedang dialami guru harus tetap memberikan contoh yang baik dan patut ditiru oleh siswa.
Kendala yang sering dialami pendidik adalah adanya perbedaan karakteristik pada masing – masing siswa. Tidak semua siswa bisa terbuka dan menerima nasehat yang diberikan pendidik. Sehingga guru harus menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa agar siswa bisa nyaman dalam belajar ataupun mengungkapkan masalah yang dihadapi
Agar masalah yang dihadapi siswa tidak mempengaruhi prestasi belajarnya seorang guru harus bisa mengayomi dan mendekatkan diri sehingga tidak ada jarak antara guru dengan siswa sehingga bila mengalami masalah siswa bisa lebih terbuka ke pada guru, dan mencontohkan bahwa seorang guru mampu mendengarkan dan memberikan nasehat yang baik kepada siswa
Untuk menciptakan hubungan emosional yang harmonis antara guru dan siswa adalah kembali lagi pada ketulusan guru dan rasa tanggung jawab untuk mendidik siswa menjadi lebih baik, perlu juga adanya rasa saling memiliki mengganggap bahwa siswa juga adalah anak sendiri yang perlu dibimbing kearah yang lebih baik serta selalu bersikap terbuka terhadap siswa sehingga siswa juga tidak ragu untuk menceritakan masalahnya karena mereka sudah menganggap guru sebagai temannya.
Dilihat dari fungsinya guru BK artinya memberikan jasa kosultasi untuk masalah siswa, solusi, pandangan serta kenyamanan bagi siswa agar siswa itu bisa dengan terbuka mengungkapkan masalahnya. Namun saat ini kesannya ruangan BK atau BP hanya untuk siswa – siswa nakal padahal sesungguhnya fungsinya tidak demikian. Seharusnya ruangan BK atau BP merupakan tempat bagi siswa untuk berkonsultasi mencari solusi terhadap segala masalah yang dihadapi. Seorang guru BK atau BP harus mempunyai rasa kebapakan atau keibuan dan bisa menjadi pendengar yang baik serta mampu memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi siswa.
Bekal yang harus dimiliki seorang guru yaitu guru harus paham bahawa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda mempunyai kekurangan maupun kelebihan, guru juga diharapkan mempunyai komunikasi yang baik dengan orang tua, mempunyai rasa empati terhadap siswa, mengetahui cara bagaimana menghadapi siswa yang pendiam, siswa yang terbuka, dan siswa yang emosional. Jadi sebagai seorang guru atau pendidik perlu juga menguasai dan menerapkan ilmu-ilmu psikologi dan tentunya disertai dengan pengalaman mendidik.
Terjun langsung sebagai pendidik nara sumber juga menggungkapkan permasalahan yang dihadapi seperti keinginan anak dan orang tua yang tidak sejalan dimana orang tua mempunyai ekspektasi atau harapan yang terlalu tinggi terhadap masa depan dan terlalu mengatur anak, tidak memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplor atau menggali potensi, minat dan bakat dirinya sesuai dengan apa yang diinginkan anak. Jadi untuk itu perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan diri sesuai minat dan bakat. Pendidik juga harus mengetahui karakter murid, karena murid yang kurang breprestasi bukan karena dia bodoh tetapi mungkin karena tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara siswa, guru dan orang tua mengenai minat dan bakat serta keinginan siswa untuk masa depannya agar siswa bisa lebih mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan cita-citanya.
Seorang pendidik harus menerapkan konsep belajar yaitu membuat siswa menjadi tahu, sehingga dapat memunculkan rasa ingin tau siswa, karena konsep belajar bukan untuk pintar tapi untuk tahu. Oleh karena itu pendidik perlu mempelajari seni mendidik yaitu cara mentrasfer sebuah ilmu yang sulit bisa diterima dengan mudah bagi siswa. Karena guru mengajar biasa guru yang mendidik merupakan kewajiban tapi guru yang menginspirasi adalah luar biasa. Agar hal tersebut bisa tercapai perlu adanya niat tulus untuk mendidik berasal yang berasal dari dalam hati guru atau pendidik tersebut.
Sebagai seorang guru atau pendidik seharusnya punya kepekaan terhadap perubahan perilaku siswa, mendekatkan diri kepada siswa penting untuk dilakukan, menciptakan paradigma guru adalah teman jadi sosok yang disegani dan dihormati bukan ditakuti.
Seorang guru mengemban tugas sebagai orang tua kedua bagi siswa, guru tidak hanya datang untuk mengajar tetapi juga mendidik ahlak dan budi pekerti siswa. Jangan jadi guru yang mengurui tetapi menjadi sahabat bagi siswa memberikan solusi dan kenyaman bagi siswa untuk menyelesaikan masalahnya.