Menu

TALKSHOW BERSAMA KBPP KOTA DENPASAR "HARI KELUARGA NASIONAL 2015" (SENIN, 29 JUNI 2015)

  • Senin, 29 Juni 2015
  • 1444x Dilihat

TALKSHOW "HARI KELUARGA NASIONAL 2015"

NARASUMBER : Ayu Wahyuni dari Badan KBPP Kota Denpasar

Ida Ayu Tirthawati sebagai Bidan Praktek Mandiri Berprestasi

IB. Putu Sudiartha selaku Motivator KB Pria Kota Denpasar

Sulang sebagai Duta Mahasiswa Genre Kota Denpasar

 

PENYIAR         : Ratna

 

     29 Juni merupakan peringatan hari keluarga nasional yang merupakan sebuah sejarah kebangkitan secara nasional. Kebangkitan yang dimaksud adalah bangkitnya kesadaran keluarga indonesia untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera dengan perencanaan yang matang melalui keluarga berencana atau dikenal dengan singkatan KB.  Keluarga berencana (KB) dapat didefinisikan sebagai keluarga yang benar-benar direncanakan mulai dari penikahan, kehamilan dan kelahiran serta rencana jumlah anak yang telah direncanakan sejak awal sehingga kelak benar-benar menjadi keluarga yang berkualitas dengan menganjurkan 2 anak lebih baik. Kegiatan yang dilaksanakan oleh KBPP Kota Denpasar dalam rangka memperingati hari keluarga nasional 2015 meliputi tri bina yaitu bina balita, bina keluarga dan bina lansia serta UPPKS yang dirangkum dalam satu kegiatan yaitu hari keluarga nasional yang puji syukur sudah masuk 3 nominator dan semoga mampu menembus peringkat satu tingkat nasional. Selain itu KBPP Kota Denpasar juga mengadakan pemasangan KB Gratis bekerja sama denga BKKBN Provinsi Bali dan puskesmas sekota Denpasar.        Untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas tidak bisa terlepas dari peran bidan. Dalam hal ini bidan selaku sahabat keluarga di samping sebagai ibu rumah tangga yang sehari-harinya berkecimpung dalam keluarga yang mendidik dan membina putra dan putrinya, bidan dalam praktek mandiri lebih menganjurkan MKJP yaitu metode kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD pasca plasenta yang trend saat ini.

     Dari berbagai jenis kontrasepsi yang digunakan oleh wanita, ada beberapa diantaranya yang tidak cocok dengan kondisi fisik, namun bukanlah menjadi penghalang untuk mewujudkan Keluarga berencana. Karena Pria saat ini juga bisa menggunakan KB yang paling trend saat ini yaitu pasek tomi. Jadi bagi Pria yang sayang istri dan memutuskan untuk tidak memproduksi anak lagi, pasek tomi bisa menjadi pilihan untuk para pria. Begitu banyak issue yang berkembang di masyarakat yang mengatakan bahwa vasek tomi itu menjadikan diri impotent, tidak jantan, selalu lemas dan tidak memuaskan. Padahal pada faktanya tidak demikian, justru sebaliknya. Makin perkasa dan justru lebih segar dan bugar. vasek tomi inipun hanya berupa operasi kecil yang tidak terasa sakit dan hanya membutuhkan waktu singkat. tidak seperti bayangan seram orang-orang selama ini.

     Terkait dengan hari keluarga nasional tentunya yang ingin diwujudkan adalah keluarga bahagia dan sejahtera tetapi sampai saat ini masih terjadi bebagai masalah terkait keluarga seperti misalnya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dipicu oleh faktor ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga tersebut belum sejahtera dan inilah menjadi dasar pemikiran pemerintah utuk mendukung penuh program keluarga berencana. Memberikan langkah-langkah mulai dari perencanaan sehingga paradigma keluarga indonesia bisa diantisipasi dan diarahkan menuju keluarga yang berkualitas. Saat ini tinggal keluarga yang memiliki kesadaran tinggi untuk membentuk keluarga kecil yang berkualitas dengan dua anak lebih baik.

         Untuk mendukung program keluarga berencana (KB) peran remaja juga sesungguhnya menjadi penopang keberhasilan program yang telah diluncurkan BKKBN, karena remaja merupakan bakal - bakal dan generasi yang akan membentuk keluarganya nanti sangat perlu sekali paham dan merencanakannya dari sejak dini. Untuk itulah pemerintah membentuk duta mahasiswa genre yaitu seseorang yang mampu memberikan cerminan positif dengan menggetoktularkan program genre ini melalui sosialisasi dan promosi sehingga terciptanya remaja yang tegar, yang mampu membentengi dirinya. jadi untuk para pemuda sebagai generasi masa depan hindari kegiatan beresiko negatif, karena itu akan merusak diri sendiri.