Menu

Talkshow bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

  • Jumat, 23 September 2016
  • 1203x Dilihat

Talkshow bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Tema : Gegar Otak

Narasumber : Ari dan Yosi

Host : Diah

 

Gegar otal merupakan cedera yang melukai baik bagian cranium (tengkorak) maupun cerebrum (otak). Cedera tersebut dapat mengakibatkan luka kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak, kerusakan pembuluh darah intraserebal  maupun ekstraserebral. Ciri-ciri dari gegar otak pada umumnya setelah kepala mengalami bentur adalah Tidak sadar sesaat, penurunan kesadaran, sakit kepala, mual, muntah, disorientasi.

Gegar otak bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, paling sering terjadi saat olahraga yang keras, misalnya seperti rugby, dimana para pemain saling membenturkan kepalanya, ini bisa mengakibatkan gegar otak yang minor.  Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu untuk gegar otak yang lebih parah, di samping akibat jatuh maupun akibat luka tembak.  Pada bayi juga bisa terjadi gegar otak, ketika kita mengajak main bayi dan kepalanya seperti terkocok.  Peristiwa ini dinamakan “shaken baby syndrome”.

Jika dalam perjalanan kita menemui korban kecelakaan yang para yang memiliki gejala gegar otak, cara penanganan yang tepat adalah kita sebaiknya mengamankan diri sendiri terlebih dahulu dengan memarkir kendaraan dengan aman dan tidak tergesah-gesah.  Kemudian kita lanjut dengan mengamankan korban gegar otak, evakuasi dia dari jalan ke tempat aman (misalnya trotoar).  Saat evakuasi perlu kita perhatikan leher dari korban, kita harus mengunci lehernya dengan tangan agar tidak bergerak, karena mungkin saja saat kecelakaan korban mengalami cedera leher juga, sehingga mengunci leher bertujuan untuk mencegah pergerakan leher.  Kemudian jika korban masih tetap menggunakan helm, maka kita bisa melepaskan helmnya, dengan cara yang sama dengan evakuasi, yaitu pastikan leher tidak bergerak saat kita melepaskan helmnya.  Kemudian hubungi ambulance untuk merujuk korban ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan.

Sebelum mengakhiri perbincangan, para narasumber memberikan tips untuk mencegah gegar otak dengan menggunakan helm dan berhati-hati saat berkendara. Hindari aktifitas yang dapat membentur kepala karena kepala merupakan bagian yang terpenting yang kita harus jaga dan cintai. (OW)