Menu

Talkshow bersama Dr.Paramitha S.Pa Dari RSUD Wangaya Denpasar , Kamis 21 Juni 2012

  • Senin, 25 Juni 2012
  • 872x Dilihat
Talkshow bersama Dr.Paramitha S.Pa Dari RSUD Wangaya Denpasar , Kamis 21 Juni 2012 Bahasan kali ini mengangkat seputar “muntah pada anak bayi dan anak remaja”. Dijelaskan oleh Dr.Paramitha S.pa bahwa muntah merupakan suatu gejala manifestasi dari berbagai kelainan atau penyakit termasuk saluran cerna dan organ lain, dan untuk jenis muntah juga ada banyak jenis yang ditandai dengan indikasi-indikasi tertentu, seperti mual, warna muntahan, bau dll. Untuk Klasifikasi penanganan pada muntah yang dialami anak dapat dilihat terlebih dahulu dari usia, penyebab muntah, waktu terjadi, dan bagaimana proses muntah tersebut berlangsung. Penyebab muntah diantaranya karena Infeksi pada perut atau organ lainnya, gangguan penyumbatan, gangguan sejak lahir, gangguan perut/ saluran pencernaan, gangguan pada saraf, gangguan pada otak, gangguan alergi makanan tertentu, serta gangguan pada system hormon/ metabolisme. Lebih lanjut dijelaskan muntah pada bayi biasanya banyak disebabkan karena adanya infeksi saluran otak, alergi susu formula, infeksi saluran kemih dan pembuangan yang tidak lancar. Untuk anak yang lebih besar biasanya muntah kebanyakan karena gangguan pada perut seperti muntaber, gangguan saluran kencing, infeksi telinga tengah. Pada remaja biasanya muntah disebabkan karena infeksi saluran nafas, maagh, penyumbatan, dan infeksi pada sinus. Frekuensi muntah dan kencing pada anak yang muntah juga harus diperhatikan untuk mengetahui kondisi badan anak, apabila seorang anak tidak membuang air kecil 4 jam setelah muntah, anak tersebut harus segera dibawa ke Rumah Sakit/Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan karena kondisi tersebut sudah mengarah ke dehidrasi pada anak. Bentuk komplikasi lain dari muntah bisa mengakibatkan terjadinya kejang-kejang karena gangguan elektrolit, menurunkan kesadaran koma bahkan bisa meninggal apabila anak masuk dalam kondisi dehidrasi berat atau gangguan elektrolit berat yang terlambat mendapatkan penanganan medis. Dikatakan juga oleh Dr.Paramitha.Spa pada saat perut kosong, jangan menkonsumsi coklat, karena kadungan dalam coklat tidak baik untuk perut kosong pada anak-anak. Langkah pertolongan awal yang bisa diberikan kepada anak-anak saat muntah adalah larutan oralit atau larutan gula-garam yang bisa dibuat sendiri di rumah, diberikan secara perlahan-lahan sampai anak merasa lebih lega. Akhir talkshow, Dr.Paramitha.SPa menjelaskan bahwa untuk mengetahui secara detail mengenai muntah pada anak- anak yang dilakukan di Rumah Sakit melewati beberapa tahap pemeriksaan, diantaranya Work Up sepsis (kultur darah, urin, dll)¸ Pemeriksaaan laboratorium (elektrolit, Bilirubin, transaminase hepar, urinalisis,dll), Foto abdomen, Scan Kepala, Endoskopi dan beberapa pemeriksaan lainnya. Bu Dokter juga berpesan kepada ibu-ibu yang mempunyai anak-anak yang mengalami muntah agar ibu-ibu melihat bagaimana kondisi muntah yang dialami anak tersebut, apabila ada tanda-tanda fisik mata cekung, wajah pucat dan dalam 4 jam setelah muntah tidak buang air kecil atau sudah menunjukkan keadaan dehidrasi, silahkan langsung di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan dan juga ingat untuk selalu menjaga asupan makanan pada anak. *rin8