Menu

TALKSHOW BERSAMA DIREKTUR UTAMA PDAM KOTA DENPASAR RABU, 19 JUNI 2013 PUKUL 09.00 – 10.00 WITA

  • Rabu, 03 Juli 2013
  • 1746x Dilihat
Talkshow menghadirkan narasumber Ir. Gede Mahaputra, MM selaku Direktur Utama PDAM Kota Denpasar, mengulas tentang Pelayanan PDAM Kota Denpasar. Diawal Talkshow disampaikan mengenai Perayaan HUT PDAM Kota Denpasar ke -16 tahun ini yang puncaknya dilaksanakan pada 1 Juli 2013 hanya diisi acara internal dan pada tanggal 18 Juni 2013 PDAM Kota Denpasar telah mengadakan temu pelanggan yang mana acara ini bertujuan untuk lebih dekat dengan pelanggan dan mendengar aspirasi pelanggan terkait dengan pelayanan PDAM Kota Denpasar, Disampaikan juga walaupun pelayanan PDAM Kota Denpasar masih jauh dari sempurna namun kedepanya PDAM Kota Denpasar akan berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya dan mengatasi permasalahan yang ada dalam pelayanan tersebut. Temu Pelanggan untuk tahun ini difokuskan bertemu dengan pelanggan rumah tangga, pada temu pelanggan tersebut juga memberikan apresiasi pada industri hotel yang konsisten tidak memanfaatkan air bawah tanah yaitu Hotel Bali Hyatt yang merupakan salah satu hotel di Denpasar yang tidak memanfaatkan air bawah tanah apresiasi ini diberikan dalam konteks penyelamatan lingkungan dimana banyak industri yang masih memanfaatkan air bawah tanah. Sesuai dengan tugas pokok PDAM Kota Denpasar sebagai penyedia air bersih sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Denpasar, adapun permasalahan yang dihadapi adalah kesulitan sumber air baku. Namun demikian PDAM Kota Denpasar sudah sangat serius berupaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah Propinsi Bali dan juga pemerintah pusat untuk merancang program regional SARBAGITAKU yaitu program regional Bali Selatan untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang kebutuhan air masyarakatnya cukup banyak namun sumber air yang ada terbatas, sehingga pada tahun 2014 akan dioperasikan IPA Tukad Petanu, dan pada tahun 2015 akan dioperasikan IPA Tukad Penet, PDAM berharap jika program ini sudah beroperasi terealisasi industri dapat mengurangi memanfaatkan sumber air bawah tanah dan jika kedepannya program ini berhasil PDAM juga akan menghentikan operasional sumur bor yang dimiliki. Dalam upaya meningkatan pelayanan kepada masyarakat PDAM Kota Denpasar telah menyiapkan petugas yang akan siaga baik yang rutin melakukan pemantauan maupun petugas yang bersifat insidentil yaitu menangani kebocoran pipa. Disamping itu akan dibuat Program untuk mengembangkan jaringan dan memperbaiki system untuk menyerap program regional SARBAGITAKU, pada tahun 2013 telah direncanakan pengembangan jaringan pemasangan pipa distribusi Waribang - Supratman - Veteran untuk menyerap air dari Tukad Petanu dan mendistribusikan air tersebut kepada masyarakat Kota Denpasar, kemudian diikuti dengan pemasangan jaringan distribusi sekunder dan tersier. Sehingga dapat mengatasi permasalahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air di kawasan Denpasar Barat, Denpasar Utara pada saat jam-jam puncak seperti pagi dan sore. PDAM Kota Denpasar tidak tinggal diam dalam menghadapi permasalahan kebutuhan air, karena proses tersebut perlu waktu yang cukup lama dan dana yang tidak sedikit. Untuk saat ini cakupan pelayanan PDAM Kota Denpasar 43,46 %, masih jauh dari cakupan pelayanan MDGS 2015 harus dipenuhi sebesar 80 %, permasalahan utama yang dihadapi adalah pada sumber air baku yang terbatas, pelayanan juga belum 24 jam pada daerah – daerah tertentu seperti Denpasar Barat, Denpasar Utara dan sebagian Denpasar Timur. Sedangkan pelayanan di wilayah selain wilayah tersebut sudah 24 jam. Masyarakat sering sulit mendapatkan air pada saat jam-jam puncak pagi dan sore hari. PDAM Kota Denpasar saat ini memiliki 2 instalasi yaitu IPA Waribang dan IPA Belusung dimana sumber air berasal dari Tukad Ayung, dan memiliki 21 sumur bor yang tersebar di Kota Denpasar yang merupakan sumber produksi PDAM Kota Denpasar yang dapat memproduksi air bersih 1200 liter / detik. Permasalahan yang juga dihadapi oleh PDAM Kota Denpasar berasal alam itu sendiri misalnya kuantitas dan kualitas air di Tukad Ayung yang tergantung ketersediaan air di hulu dan kondisi cuaca. Permasalahan lain juga dari segi mekanik peralatan di instalasi PDAM Kota Denpasar, diakui memang permasalahan yang ada sangat berpengaruh terhadap pelayanan, namun PDAM Kota Denpasar telah berusaha mencari solusi dan meminimalisir permasalahan yang ada. Kemudian Talkshow berlanjut dengan pertanyaan dari Ibu Pande semilajati Barat, yang merupakan pelanggan baru dimana dari mulai pemasangan hingga sekarang air di rumah Ibu Pande belum mengalir, namun tetap dikenakan tagihan bulanan, Ibu Pande juga mengeluhkan tidak adanya kesamaan persepsi antara petugas di lapangan dengan petugas di kantor PDAM Kota Denpasar. Menanggapi Keluhan Ibu Pande, Bapak Ir. Gede Mahaputra, MM selaku Direktur Utama PDAM Kota Denpasar mengatakan pada saat memohon baru sudah disampaikan untuk menyertakan surat pernyataan bahwa harus disediakan bak penampung, karena PDAM Kota Denpasar belum mampu melayani secara penuh 24 jam jadi pada saat jam-jam puncak masyarakat harus rela unruk berbagi sesuai dengan sifat hidrolis air dimana air akan mangalir ke tempat lebih rendahjadi untuk daerah yang wilayahnya lebih tinggi kemungkinan besar tidak mendapatkan air. Jadi masyarakat dihimbau untuk menampung air pada saat air mengalir. Untuk sambungan baru hanya di layani untuk di daerah Denpasar Selatan, Denpasar Timur bagian selatan dan Denpasar Barat bagian selatan. Sedangkan untuk wilayah Denpasar Utara, Denpasar timur bagian utara dan Denpasar Barat bagian utara sudah tidak dilayani untuk sambungan baru. Juga menanggapi pertanyaan dari Putu Aga di Jaya Giri perihal volume air yang kecil Dirut PDAM Kota Dempasar mengharapkan masyarakat untuk maklum karena permasalahan yang dihadapi adalah besarnya kebutuhan air sedangkan sumber air yang ada terbatas. Saat ini terjadi kekurangan 200 liter air bersih/detik dimana kebutuhan air masyarakat Kota Denpasar 1400 liter/detik sedangkan produksi air PDAM 1200liter/detik. Hal ini karena Denpasar tidak mempunyai sumber air untuk memenuhi kebutuhan air. Untuk pembayaran tagihan air di Denpasar sudah dapat dilakukan secara online melalui Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD), Kantor Pos, Bank Tabungan Negara (BTN), LPD, serta sms banking melalui BRI. Namun pemanfaatan pelayanan tersebut oleh masyarakat belum optimal karena masyarakat lebih memilih melakukan pembayaran di loket PDAM pada akhir bulan sehingga sering terjadi antrean yang panjang. Permasalahan yang juga sering dihadapi oleh PDAM Kota Denpasar yaitu ketersediaan sumber air dimana pada saat kemarau sangat sulit mendapatkan air, sedangkan pada saat hujan airnya banyak namun keruh dan berlumpur. Pengurasan di saluran pengaliran juga sangat mempengaruhi kualitas air. Sehingga untuk berusaha mempercepat penanganan pada program yang akan datang PDAM Kota Denpasar berusaha untuk mencari sumber air yang lain, selain itu membuat program jangka pendek mempersiapkan mobil tangki untuk mendistribusikan air. Pemeliharaan secara rutin telah dilakukan pembersihan, pengurasan pulsator setiap enam bulan, dan untuk perawatan reserfoar setiap 1-2 th, untuk pengurasan air di booster di Belusung dipercepat dengan bantuan pompa yang berfungsi sebagai pengaturan pembuangan udara sehingga air lebih cepat sampai di konsumen. Program Sarbagitaku diharapkan dapat membantu sonasi aliran dari Tukad Petanu sehingga air dari IPA Blusung bisa tertahan untuk memenuhi kebutuhan air di Denpasar Utara dan Denpasar Barat sedangkan kebutuhan air di Denpasar Timur darin Tukad Petanu, IPA Waribang sepenuhnya memberikan pasokan air ke Denpasar Selatan. Berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Denpasar PDAM juga membeli air dari Kabupaten Badung dan Gianyar, namun hal itu masih belum mencukupi kebutuhan air masyarakat. Kembali membahas perayaan HUT PDAM Kota Denpasar yang ke-16, PDAM memberikan apresiasi kepada karyawan dan menyelenggarakan lomba yang barsifat internal di lingkup karyawan, memberikan bantuan sosial kepada banjar tempat sumur bor berada, mengadakan program bapak angkat di Desa Pemogan, melakukan penghijauan dan memberikan bantuan bak sampah. PDAM juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga kota karena pelayanan belum optimal dalam penyediaan air. PDAM juga menghimbau kepada masyarakat untuk hemat dan bijak menggunakan air sehingga kebutuhan air bisa merata serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan sungai. Untuk daerah di hilir atau daerah yang topografinya lebih rendah bijaklah untuk memanfaatkan air sehinga distribusi air bisa merata.