Menu

TALKSHOW BERSAMA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KOTA DENPASAR

  • Kamis, 19 Juni 2014
  • 1474x Dilihat

"MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KOTA DENPASAR"

NARASUMBER : I.G.A.N ANGGRENI SWARI

HOST : YUNIARY

 

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) merupakan program pengembangan model rumah pangan yang dibagun dalam suatu kawasan (dusun, desa kecamatan dst) dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar mulai menganggarkan kegiatan ini melalui APBD Tahun 2013 karena masalah pangan adalah masalah utama. Dengan penerapan model ini setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari Kota Denpasar diharapkan dapat Meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak unggas dan ikan lele, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. Mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat secara lestari bagi seluruh rumah tangga sasaran. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif  keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.

Manfaat MKRPL meliputi dapat mengurangi anggaran belanja keluarga. karena dengan adanya tanaman  seperti terong sayur hijau, cabai kebutuhan sehari hari keluarga dapat dipenuhi langsung dari lahan pekarangannya. Berdasarkan penelitian yang dilaksankan oleh BPTP yang merancang model tersebut dapat menekan pengeluaran sebesar RP 300 ribu per bulan, dapat memenuhi sumber gizi  dari keluarga yang bersangkutan, dengan adanya berbagai tanaman vitamin dan mineral dapat tercukupi dari sumber bahan pangan tersebut, Semakin banyak  kelompok MKRPL di Kota Denpasar tentunya dapat memperbaiki kualitas udara di Kota Denpasar, secara nasional akan dapat mencapai ketahanan pangan  sehingga kalau dapat dilakukan secara bersama sama tentu dapat mengurangi ketergantungan  akan bahan pangan  dari luar Bali, tentunya dapat menekan inflasi.

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari yang diterapkan di Kota Denpasar adalah budidaya dengan menggunakan teknologi vertikulture baik dengan menggunakan bambu atau paralon selain itu dapat juga menggunakan polybag atau kantong plastik yang tidak terpakai. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura juga sudah menyediakan bibit untuk ditanam dan juga ada tenaga penyuluh yang akan membantu memberikan informasi bagaimana budidaya tanaman yang baik dan benar. Sementara itu kendala-kendala yang dihadapi terkait program ini yaitu Partisipasi masyarakat masih kurang  oleh karena, masyarakat masih belum paham dengan budidaya tanaman, kemauan masyarakat untuk menghasilkan bahan pangan yang aman masih belum ada.

Strategi  dan kebijakan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura agar kegiatan ini berhasil yaitu : melakukan sosialisasi dan penyuluhan –penyuluhan  mengenai kegiatan tersebut termasuk dengan mengadakan talkshow ini, membentuk kelompok kelompok, bekerja sama dengan PKK dalam kegiatan dan dengan BPTP dalam inovasi teknologi, membuat kebun  bibit untuk mensuply kebutuhan bibit untuk masyarakat  yang dilaksankan di BPP Denpasar barat yang dikerjakan oleh peguyuban pekaseh Ulun tani Denpasar Barat, melaksanakan pendampingan kepada kelompok kelompok dengan menyediakan tenaga pendamping MKRPL dan petugas penyuluh, ketersediaan anggaaran. Untuk di Denpasar MKRPL tahun 2013 sudah diterapkan di Kelurahan Sidakarya dengan melibatkan 25 KK, dan tahun 2014 di Subak Anggabaya Denpasar Timur (50 KK), Denpasar Selatan (25 KK) Denpasar Utara di Paang Tebel (15 KK) Denpasar Barat di Padangsambian Kaja (25 KK). Diharapkan sampai 2015 dapat terbentuk 10 kelompok Kawasan Pangan Lestari.