Talkshow Bersama Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kota Denpasar " Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)"
Selasa, 16 Juni 2015
Narasumber : Drs I Made Merta, M.si dan I Nyoman Suriawan
Penyiar : Bambang Hariyadi
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online sudah dilaksanakan sejak tahun 2012. Dengan Sistem, tiap calon siswa SD akan ke jenjang SMP diberikan memilih 3 sekolah, dilaksanakan secara mandiri atau bisa melalui bantuan operator tiap sekolah. Apabila pada pilihan pertama tidak masuk, otomatis masuk ke pilihan ke2, dan jika tidak masuk pada pilihan ke 2 maka akan otomatis masuk ke pilihan ke 3. Jika tidak masuk pada ketiga pilihan maka verifikasi dapat dibatalkan namun hanya untuk satu kali pembatalan. Penerima Peserta Didik Baru di Denpasar secara umum dilakukan dengan : Online, Jalur prestasi maupun reguler dan siswa miskin.
Dengan Kouta yang disediakan : yaitu jalur siswa miskin 20%, jalur prestasi 20% dan jalur reguler 60%. Perbedaan PPDB tahun lalu dengan tahun ini dimana tahun lalu peserta mendaftar kemudian di print dan kemudian di verifikasi ke 1 sekolah, sedangkan tahun ini peserta mendaftar, kemudian diprint diverifikai ke sekolah pilihan pertama dan siswa bisa memantau melalui web Disdikpora sedangkan untuk jalur prestasi hanya bisa memilih 1 sekolah dan melalui jalur reguler memilih 3 sekolah.
Untuk pelaksanaan ujian penerimaan dari SD ke SMP saat ini masih memakai ujian yang terkoordinasi dengan Provinsi karena tiap provinsi memiliki materi ujian tersendiri. Untuk tes dilaksanakan secara manual dan setelah nilai keluar tetap mengikuti PPDB online sesuai pilihan dari calon siswa.
jika siswa tidak diterima di ketiga sekolah, siswa dapat membatalkan pilihan dan kemudian memilih sekolah yang baru. Standar nem tiap-tiap sekolah dapat dilihat di web, jika siswa tetap tidak lulus maka siswa harus segera mencari pilihan sekolah lainnya.
Sedangkan untuk ke jenjang sma siswa hanya boleh memilih 2 sekolah yang berbeda, pada satu jalur SMA atau SMK.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026