Menu

TALKSHOW “REVITALISASI PASAR” SELASA, 29 MARET 2011

  • Rabu, 30 Maret 2011
  • 973x Dilihat
TALKSHOW “REVITALISASI PASAR” SELASA, 29 MARET 2011 Pasar bisa menjadi indikator perekonomian masyarakat. Revitalisasi pasar bukanlah hal yang baru. Revitalisasi pasar merupakan cara untuk memberdayakan pasar, seperti : pembaharuan bangunan pasar, kebersihan maupun sumber daya manusia yang mengelola pasar, pedagang dan masyarakat. Jadi, revitalisasi pasar tidak hanya mencakup bangunan saja, tapi juga pemberdayaan pengelola, pedagang dan masyarakat. Demikian terungkap dalam Talkshow Wacana Praja tentang “Revitalisasi Pasar” di RPKD 91.45 FM (29/3). Talkshow berlangsung selama 1 jam dipandu oleh penyiar Yenni dengan menghadirkan 2 orang narasumber, yakni : Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perisdustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bapak Sariawan dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, Bapak Dewa Agung. “Perlu adanya edukasi masyarakat agar tidak berpersepsi bahwa berbelanja di pasar tradisional itu becek, kumuh dan lain sebagainya”, kata Bapak Dewa Agung. Pemerintah kota Denpasar secara bertahap akan memperbaiki bangunan fisik pasar setelah itu akan melakukan pencitraan pasar tradisional. Hal ini penting dilakukan, agar masyarakat tidak ragu berbelanja di pasar tradisional. Dilanjutkan oleh Bapak Sariawan bahwa fungsi dan peran pasar tradisional sangat strategis yakni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Perdagangan Republik Indonesia mengembangkan program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri, yang salah satunya adalah revitalisasi pasar. Jika dilihat ke belakang, pasar identik dengan tempat yang kumuh, kotor, becek dan lain sebagainya. Maka dari itu, dengan revitalisasi pasar ke depannya pasar diharapkan menjadi primadona pengunjung. Di Kota Denpasar saat ini terdapat 33 Pasar Desa, namun yang telah direvitalisasi baru 4, yaitu : Pasar Sindhu, Batan Kendal, Sidakarya dan Renon. Pasar Desa itu berdiri di atas lahan desa, dengan bantuan dari pemerintah, dan memiliki status tanah jelas. Warga kota yang ikut berinteraktif yakni Ibu Dewi Lestari yang bertanya, “Mengapa revitalisasi pasar hanya menyentuh pasar yang kecil – kecil? Apakah Pasar Badung sudah termasuk revitalisasi? Karena di los pedagang daging cukup kotor.” Bapak Dewa Agung menjelaskan bahwa pasar Badung berada di bawah Perusahaan Daerah ( PD ) Pasar Kota Denpasar. Sudah disiapkan program revitalisasi namun belum dapat dilakukan secara bersamaan pengerjaannya, namun harus secara bertahap. Untuk tahun ini PD Pasar sudah melakukan revitalisasi Pasar Ketapian. “Dalam melakukan revitalisasi, kebersihan tolilet juga diperhitungkan. Dilihat dari kebersihan kota, toilet memiliki peran yang sangat utama. Selain itu, toilet juga dapat sebagai penyumbang pendapatan. Masyarakat juga tampaknya tidak keberatan untuk mengeluarkan uang untuk pemanfaatan toilet pasar”, demikian di sampaikan oleh Bapak Dewa Agung sebelum talkshow berakhir. -dyt-