Tema : Diabetes Melitus
Narasumber : Dinda Prana Dianti & Widarini
Hari & Tanggal : Jumat & 27 November 2015
Penyiar : Arie Kumbara
Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita diabetes melitus ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh status sosial ekonomi. Saat ini upaya penanggulangan penyakit diabetes mellitus belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung kronis, hipertensi, otak, system saraf, hati, mata dan ginjal. Beranjak dari hal tersebut , 92,6 RPKD FM mengadakan talk show bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dan mengambil tema/topik bahasan kali ini tentang “diabetes mellitus”.
Pada talk show kali ini, Dinda menjelaskan bahwa diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali sedangkan relatif berarti jumlahnya cukup/memang sedikit tinggi atau daya kerjanya kurang. Hormon Insulin dibuat dalam pankreas. Sedangkan untuk type dari diabetes mellitus sendiri, disampaikan oleh Widarini bahwa ada 3macam type yakni : diabetes mellitus type I. atau disebut diabetes mellitus yang tergantung pada insulin. Diabetes mellitus ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi Karena kerusakan dari sel beta pancreas. Gejala yang menonjol adalah terjadinya sering kencing (terutama malam hari), sering lapar dan sering haus, sebagian besar penderita diabetes mellitus type ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup, sedangkan untuk diabetes mellitus type II atau disebut diabetes mellitus yang tak tergantung pada insulin. Diabetes mellitus ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada/kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita diabetes mellitus type II dengan obersitas atau ada sangat kegemukan dan biasanya diketahui diabetes mellitus setelah usia 30 tahun dan untuk diabetes mellitus tipe 3 atau disebut diabetes mellitus gestasional (bahasa Inggris: gestational diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults, type 1.5" diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya.[29] GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026