Nara Sumber : Putu Marmar ( Seniman Ogoh – ogoh )
Bpk. Wayan Butu Antara ( Ketua Tim Lomba Ogoh – ogoh )
Kasi Desa Pekraman ( Ibu Eka Manik )
Host : Wisnu
Perayaan Tahun Baru Caka atau yang dikenal dengan Hari Raya Nyepi di Bali tidak bisa lepas dengan perayaan tawur kesanga alias malam pengerupukan yang belum lengkap tanpa kehadiran ogoh – ogoh. Ogoh – ogoh biasanya berbentuk kala atau raksasa dengan muka seram atau tokoh – tokoh yang lagi trend di kalangan masyarakat.
Untuk menyambut Nyepi 2016 Pemerintah Kota Denpasar bersama Dinas Kebudayaan mengadakan sosialisasi ogoh – ogoh yang bertujuan :
1. Menampung aspirasi kreatif Sekaa Teruna ( ST ) melalui seni Ogoh – ogoh.
2. Menjadikan tradisi Ogoh – ogoh sebagai salah satu ikon budaya unggulan Kota Denpasar
3. Merayakan pergantian Tahun Caka 1983 secara tertib dengan semangat kebersamaan.
Dalam pelaksanaan Nyepi 2016, semua tim peserta harus mengikuti sosialisasi, dikarenakan agar tidak terjadi kekeliruan dalam menafsirkan butir – butir yang menjadi persyaratan penilaian ogoh – ogoh. Dalam sosialisasi tersebut semua sepakat menggunakan ulat – ulatan seperti bambu kayu, kertas, guungan, gedeg, rotan, atau penyalin, dan bahan yang ramah lingkungan. Ogoh – ogoh tidak diperbolehkan menggunakan Styrofoam dan spons serta tidak diperbolehkan pada Bataran atau bale tatakan ogoh – ogoh.
Dasar dan fokus penilaian Ogoh – ogoh antara lain :
1. Komposisi : bentuk, rancang bangun, perspektif, anatomi, penataan warna, dan asessoris.
2. Kreatifitas : tema, keunikan dan ornamentasi, karakter dan interpretasi makna simbolik
3. Tinggi Ogoh – ogoh minimal 3 meter dan maksimal 5,5 meter di atas permukaan tanah atau lantai
4. Ketaatan di dalam menggunakan bahan ramah lingkungan.
Himbauan semoga perayaan Nyepi dapat berjalan aman dan damai.(gp)
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026