Menu

Sosialisasi dan Dialog : Peran Media dan Humas dalam Upaya Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS

  • Senin, 16 November 2015
  • 1950x Dilihat

Maraknya aksi radikalisme melatarbelakangi aksi-aksi terorisme yang terjadi di dunia nyata dan dunia maya. Terorisme bukanlah persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya, namun lebih dari itu terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideology yang dapat menyerang kesadaran masyarakat.

Terorisme berasal dari bahasa Latin ‘Terrere’ yang berarti gemetar atau menggetarkan, yang berarti rasa takut yang luar biasa. Sedangkan kamus besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa ‘terror’ sebagai usaha untuk menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan tertentu.

Tumbuh suburnya terorisme tergantung di lahan mana tumbuh dan berkembang. Jika hidup di lahan gersang, maka terorisme sulit menemukan tempat, sebaliknya jika hidup di lahan yang subur maka akan cepet berkembang. Ladang subur tersebut menurut Hendropriyono adalah masyarakat yang dicemari oleh paham fundamentalisme ekstrim atau radikalisme keagamaan.

Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrem dengan cirri-ciri : intoleran, fanatik, ekslusif, revolusioner.

Kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknologi informasi, menjadikan segala urusan lebih mudah. Kecanggihan alat komunikasi dalam melakukan tukar menukar informasi saat ini semakin memudahkan manusia menyelesaikan segala macam urusan yang terkait dengan kepentingan masing-masing, Kondisi ini dimanfaatkan pula oleh para penebar terror dengan perilaku anarkis, menyebar fitnah, mengungkap aib sesama, menebar kebencian, menanamkan permusuhan, melakukan teror kepada orang lain, serta tampil menjadi teroris yang dianggap sebagai satu-satunya cara menumpas kemungkaran, ketidakadilan, bahkan merekrut anggota secara langsung.

            Kondisi inilah yang kemudian ditindaklanjuti BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI) melalui program kampanye damai bebas dari kekerasan dan terorisme, roadshow sosialisasi serta dialog bersama media, humas, komunitas IT, dan blogger sebagai upaya pencegahan peham Radikal Terorisme dan ISIS di Indonesia. Pemantauan secara terus menerus dan filterisasi dilakukan terhadap blog ataupun website ataupun situs tertentu yang dicurigai serta senantiasa melalui penggalangan kaum muda penggiat dunia maya, memberikan informasi secara simultan melalui website :

·         www.damailahindonesiaku.com

·         www.jalandamai.org

·         www.damai.id

diharapkan bias mengalihkan perhatian terhadap situs-situs radikal dan terorisme. Kewaspadaan harus ditingkatkan terhadap situs-situs radikal yang memuat : penyebaran paham radikal, sara, takfiri (kafir), ISIS, kekerasan dan kebencian, ancaman-ancaman serta pemahaman jihad terbatas. Bila anda merasa terancam segera laporkan ke web tersebut di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Turut prihatin terhadap kejadian terorisme yang terjadi di Paris-Prancis 13 November 2015…pray for Paris.

 

“BERSAMA CEGAH TERORISME, DAMAILAH BALIKU INDONESIA JAYA”

 

krs