Menu

RISALAH TALKSHOW BERSAMA PHDI KOTA DENPASAR

  • Jumat, 11 Desember 2015
  • 1438x Dilihat

REVITALISASI MAKNA TUMPEK LANDEP DALAM KEHIDUPAN MODERN

 

Narasumber               : Ni Made Budiasih, S.Ag., M.Pd.H

Penyiar                       : Ratna

Tumpek Landep memiliki makna yang penting bagi kehidupan manusia. Kata landep berarti tajam atau merupakan wuku ke-2 dalam sistem pawukon. Bagi umat Hindu, hari ini diyakini menjadi otonan atau selamatan bagi semua senjata tajam, alat perang, peralatan dan besi, logam serta unsur panca datu  namun pada konteks nya pada kehidupan modern esensi tumpek landep bukan hanya itu namun lebih luas melainkan juga termasuk segala benda yang membantu demi kelancaran kehidupan masa kini yang bukan lagi menggunakan tombak sebagai senjata hidup bahkan mobil, motor, laptop, hp dan produk IPTEK lainnya juga termasuk diupacarai, karena barang-barang tersebut juga terbuat dari unsur panca datu dan berguna sebagai senjata dalam mempertahankan kehidupan di zaman modern.

Sebagai sumber acuan pelaksanaan tumpek landep adalah Manawa dharma sastra dan Sundarigama yang menjelaskan bahwa pada saniscara keliwon wuku landep adalah pemujaan kepada Bhatara Siwa dalam manifestasi beliau sebagai Hyang Pasupati juga dijelaskan sebagai sesajian yang dihaturkan yaitu salah satunya adalah Sesayut Kusuma Yuda yang didominasi warna merah. Didominasi oleh warna merah, secara filosofi berarti sebagau unsur penciptaan. Dalam Panca Dewata warna merah adalah warna Dewa Brahma yang merupakan unsur penciptaan. Disamping itu, dalam Sundarigama, juga menjelaskan Tumpek Landep ini sebagai upaya Landeping idep yaitu menajamkan pikiran dan potensi diri, yang dikenal dengan istilah sakti, siddhi, Mandi.

Ni Made Budiasih, S.Ag., M.Pd.H menegaskan melalui Tumpek landep ini  umat hindu dapat  mempertajam pikiran dengan selalu mengasah pikiran (manah), budhi dan citta. Dengan manah, budhi dan citta yang tajam diharapkan umat dapat memerangi kebodohan, kegelapan dan kesengsaraan dengan menumpulkan gejolak indria, sikap keegoisan dan menghindari perilaku menyimpang.