Tanggal & Waktu : Senin, 23 November 2015 & Pk.09.00 – 10.00 Wita
Tema : Implementasi Ergonomi dalam Arsitektur
Narasumber : 1. Ir. Ngakan Ngurah Nityasa, M.Erg.
2. Made Mariada Rijasa, ST.,MT
Penyiar : Ratna
Dalam merancang sesuatu peralatan, benda ataupun lingkungan binaan serta karya-karya arsitektur selain memenuhi fungsinya, karya ini juga harus dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada si pemakai serta keserasian untuk digunakan oleh manusia. Karena adanya perbedaan ukuran tubuh, maka diperlukan suatu titik temu baik dalam hal ukuran, berat, posisi gerakan tubuh, dan kondisi lingkungan yang dipengaruhi. Ilmu yang membahas mengenai interaksi antara manusia dengan peralatan, benda dan lingkungan kerjanya ini dikenal denga nama Human factor engineering atau lebih sering dikenal dengan Ergonomi.
Pengaruh penggunaan ergonomi dalam suatu design berupa fit, form dan function. Fit yaitu kesesuaian produk dengan lingkungan dan kesesuaian pengguna atas produk tersebut dalam operasional. Form yang dimaksud ya yaitu kesesuaian bentuk dari produk agar secara estetika mempunyai daya tarik tersendiri. Function dalam hal ini adalah fungsi dan sistem mekanis dari produk yang dibuat sesuai dengan target yang diharapkan. Dalam mengimplementasikan ergonomi dalam arsitektur adalah Human factors in engineering and design dan antropometri. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain ruang bebas gerakan selama bekerja, kondisi tekanan dan suhu udara di lingkungan sekitar, kebisingan perlindungan dari panas, penerangan baik alamiah maupun buatan dan lain sebagainya yang pada intinya menitikberatkan pada unsur kenyamanan dan keserasian antara manusia dengan sistem kerja. Ergonomi berisi segala kalkulasi dan perhitungan yang dapat digunakan dalam penentuan ukuran setiap konstruksi.
Pengguna yang memerlukan perhatian khusus seperti para penyandang disabilitas, juga memiliki ergonomi tersendiri. Ukuran-ukuran yang diperlukan bagi penyandang disabilitas tentunya akan berbeda. Berbagai pertimbangan dan pemikiran secara khusus dibutuhkan karena beberapa gerak bagi penyandang disabilitas lebih terbatas dari layaknya sebagian besar orang. Dalam setiap projek design, ergonomi yang dibutuhkan dapat berbeda-beda dari pengguna serta lingkungannya. Kebutuhan klien menjadi titip fokus utama setiap pemecahan masalah desain. Kepribadian da kebiasaan setiap klien dapat mempengaruhi ergonomi yang diperlukan. Jika semua prinsip ergonomi ini bisa diakomodir khususnya dalam karya-karya arsitektur, maka dijamin kenyamanan, keamanan, dan kepuasan manusia sebagai pengguna bisa diperoleh.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026