RISALAH TALK SHOW BERSAMA FISIP UNIVERSITAS NGURAH RAI
Tanggal & Waktu : Senin, 30 November 2015 & Pk.09.00 – 10.00 Wita
Tema : Kesukarelaan politik dalam meningkatkan partisipasi
Narasumber : Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos.,M.AP
Penyiar : Ratna
Kesukarelaan politik yang dimaksud adalah melakukan sesuatu dengan kehendak sendiri, tidak dipaksa atau diajak, dengan niat ikhlas dan setulus hati serta tidak mengharapkan apa-apa atas kepentingan diri sendiri. Dalam konteks partisipasi sebagai pemilih sebagai peran serta masyarakat dalam pemilu. Salah satu pilar penting demokrasi adalah partisipasi. Sebagai pondasi tentunya harus kuat dan legitimit. Jika demokrasi diartikan secara sederhana sebagai suatu pemerintahan yang berasal dari – dan untuk – rakyat, maka partisipasi merupakan sarana di mana rakyat dapat menentukan siapa yang memimpin melalui pemilihan umum, dan apa yang harus dikerjakan oleh pemimpin (pemerintah) melalui keterlibatan dalam proses pembuatan keputusan politik yang mengikat rakyat banyak.
Namun pada realitanya, sampai saat ini persoalan partisipasi pemilih masih menggatung dan selalu menjadi permasalahan yang sangat mendasar dalam setiap pemilu. Ada dua faktor yang mempengaruhi dan mendorong orang berpartisipasi politik, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung seseorang untuk berpartisipasi politik diantaranya perangsang politik, kerakteristis pribadi seseorang, karakteritik sosial, situasi atau lingkungan politik dan pendidikan politik. sedangkan faktor penghambat yang juga mendorong tidak berpartisipasi politik meliputi kebijakan induk yang selalu berubah – ubah, pemula yang otonom, dan dukungan yang kurang dari induk organisasi untuk mensukseskan.
Kesukarelaan politik dalam upaya meningkatkan partisipasi politik menuju prinsip demokrasi, keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik, tingkat persamaan tertentu antara warga negara, negara kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara, penghormatan terhadap supremasi hukum. Untuk menumbuhkan rasa kesukarelaan politik tentunya harus di tanamkan dan di budayakan mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Sehingga segala fenomena politik seperti Kehadiran dan Ketidakhadiran Pemilih di TPS, Politik uang, Tingkat melek politik warga dan lain sebagainya bisa diminimalisir. Sehingga diharapkan kepada calon peserta pemilu agar memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat bukan hanya janji-janji dan sumbangan yang mengikat pemilih. Tokoh masyarakat hendaknya proaktif mencari tahu tentang kredibilitas dan peforma calon demikian pula kepada masyarakat diharapkan selalu berupaya mendapatkan informasi- informasi tentang perkembangan politik. Karena pemahaman politik masyarakat akan meningkatkan partisipasi dan kesukarelaan politik.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026