Menu

RISALAH TALK SHOW BERSAMA DINAS KESEHATAN KOTA DENPASAR

  • Senin, 25 Januari 2016
  • 648x Dilihat

Tanggal & Waktu         : Senin, 25 Januari 2016 & Pk.09.00 – 10.00 Wita

Tema                             : Hari Kusta Sedunia

Narasumber                 : Dr. IB. Gede Eka Putra

                                           Kabid bina pencegahan dan penanggulangan penyakit

                                           Dinas kesehatan Kota Denpasar

Penyiar                          : Ratna

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang  sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang saraf tepi, kulit dan organ lainnya sehingga menimbulkan kecacatan bukanlah penyakit keturunan dan bukan penyakit kutukan. Dalam perjalanan penyakitnya, kusta yang ditemukan dan diobati terlambat dapat menimbulkan kecacatan. Kecacatan yang kelihatan pada penderita kusta seringkali tampak menyeramkan sehingga menyebabkan perasaan ketakutan yang berlebihan terhadap kusta (leprofobia).

Meskipun penderita kusta telah selesai minum obat, status penderita kusta tetap melekat pada dirinya seumur hidup. Status predikat inilah yang menjadi dasar permasalahan psikologis pada penderita. Penderita merasa kecewa, takut dan duka yang mendalam terhadap keadaan dirinya, tidak percaya diri, malu,merasa diri tidak berharga dan berguna dan kekhawatiran akan dikucilkan. Selain itu, stigma juga menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakat.

Dalam upaya menghilangkan stigma dan diskriminasi, dibutuhkan motivasi dan komitmen yang kuat baik dari penderita maupun masyarakat. Penderita diharapkan dapat merubah pola pikirnya sehingga akhirnya mereka dapat berdaya dalam menolong dirinya sendiri bahkan oranglain. Masyarakat diharapkan dapat mengubah pandangannya  serta membantu penderita maupun orang yang pernah mengalami kusta agar tetap sehat dan mampu menjaga kesehatannya secara mandiri. Berbagai  kegiatan dilaksnakan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit kusta dan menurunkan stigma di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut diupayakan melibatkan orang yang pernah mengalami kusta, lintas sektor, akademisi, mahasiswa, pemuka agama, tenaga medis dan masyarakat pada umumnya.(erd)