Malam pengerupukan (8/3) hari ini, tidak kurang dari 800 buah ogoh-ogoh ikut dalam parade di Catus Pata bundaran Patung Catur Muka Denpasar.
Sebelumnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) serangkaian Perayaan Hari Suci Nyepi, Rabu (2/3) di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar yang melibatkan Polresta Denpasar, Kodim 1611 Badung, Bandesa Pekraman, PHDI dan dihadiri Wakil Walikota IGN Jaya Negara juga disepakati agar dalam prosesi pengarakan ogoh-ogoh tidak menggunakan iringan musik dari sound sistem.
Prosesi pengarakan ogoh-ogoh di Kota Denpasar selain dipusatkan di Catus Pata bundaran Patung Catur Muka, juga dilaksanakan di masing-masing Desa Pekraman.
Sebagaimana dilansir denpasarkota.go.id, Untuk route Ogoh-ogoh di Kecamatan Denpasar Barat, Wilayah Kelurahan Pemecutan yang terdiri dari 14 Banjar akan mengambil start di masing-masing Banjar lalu akan melaui jl. Gunung Batukaru-jl. Imam Bonjol-jl. Tamrin-jl. Gajah Mada-jl. Udayana- menuju Puputan Badung dan selanjutnya kembali ke daerah masing-masing.
Untuk Denpasar Utara di Wilayah Desa Dauh Puri Kaja yang terdiri dari 14 Banjar akan mengambil start pada masing-masing Banjar menuju kawasan Patung Catur Muka melewati lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, kembali ke jl. Udayana menuju jl. Hasanudin-jl. Tamrin dan kembali ke wilayah masing-masing.
Kecamatan Denpasar Timur untuk Wilayah Kelurahan Sumerta yang terdiri dari 7 Banjar akan mengadakan lomba Ogoh-ogoh yang akan di pusatkan di jl. Nusa Indah Selatan dan Utara, start di mulai di masing-masing wilayah melalui jl. Kenyeri-jl. Kecubung-jl. Hayam Wuruk-jl. Nusa Indah-jl. WR Supratman dan kembali kewilayah masing-masing.
Untuk Kecamatan Denpasar Utara pada Wilayah Kelurahan Tonja yang terdiri dari 9 Banjar juga akan mengadakan lomba Ogoh-ogoh yang akan dipusatkan di simpang 4 jl. Gatsu sampai jl. Seroja. Dimana start dimulai pada masing-masing Banjar menuju Simpang 4 jl. Gatsu- jl. Seroja lanjut ke Simpang Gatsu-jl. Nangka dan kembali pada masing-masing wilayah.
Sesuai arahan bapak walikota Denpasar, Untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan saat malam Pengerupkan diminta Sekeha Teruna dan Komunitas masyarakat Kota Denpasar yang melakukan prosesi pengarakan Ogoh-ogoh tidak menggunakan iringan musik dari sound siystem. Hal ini disamping tidak sesuai dengan kaedah Budaya Bali yang religius juga rentan dapat menimbukan situasi yang tidak kondusif dan dapat menimbulkan gesekan antar warga.
Dalam Parade Ogoh-ogoh yang berlokasi di Catur Muka ini , selain diamankan oleh pecalang masing - masing banjar, juga diamankan oleh puluhan personel Sabhara Polda Bali, juga diatensi oleh satu armada Pemadam Kebakaran dan satu unit ambulance dari Pusdalops Bpbd Kota Denpasar.