Prakiraan Musim Kemarau dan Antisipasi Cuaca Panas Terik.
Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.
Fenomena yang mempengaruhi iklim di Indonesia :
Update Prakiraan Musim Kemarau 2015 secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut:
Belakangan ini cuaca terasa sangat panas melanda Bali, karena posisi matahari tepat di atas wilayah Pulau Dewata, dan merupakan siklus tahunan mengingat posisi Pulau Bali yang berada di selatan garis katulistiwa. Cuaca panas akan mereda saat pergerakan matahari menjauhi garis katulistiwa hingga ke arah utara.
Wilayah Bali kecuali kawasan Bali Tengah, April ini diperkirakan sudah memasuki musim kemarau. Untuk Bali Tengah musim kemarau akan terjadi pada awal Mei, kendati demikian tidak menutup kemungkinan Bali secara keseluruhan masih akan diguyur hujan, karena proses peralihan musim dari penghujan ke kemarau.
Di awal musim kemarau BMKG mencatat suhu udara di wilayah Denpasar, Badung dan sekitarnya mencapai 35 derajat celcius. Namun masyarakat diminta tidak cemas karena masih tergolong dalam batas wajar, bila sudah melebihi 35 derajat, baru tergolong ekstrem.
Selama musim kemarau berlangsung warga kota diminta mengantisipasi segala kemungkinan, seperti kekeringan, dan dehidrasi.
Saat kepanasan, pengendara baik mobil maupun sepeda motor menjadi sangat tidak nyaman. Kekurangan cairan di dalam tubuh atau dehidrasi adalah penyakit yang biasa menyerang pada saat musim kemarau. Dehidrasi jika dipaksakan akan menyebabkan “heat stroke”, si penderita akan kehilangan kesadaran atau pingsan.
“Gejala umum yang dirasakan apabila dehidrasi biasanya orang tersebut akan merasa haus yang meningkat, pusing, hilang konsentrasi, lesu hingga kehilangan kesadaran atau pingsan”.
Berkendara sepeda motor di tengah terik matahari yang menyengat tidak hanya menimbulkan dehidrasi, tetapi juga dapat memicu emosional seseorang meningkat, tidak bisa berpikir jernih dalam berkendara serta menurunkan dan mengubah suasana hati.
“Saat cairan tubuh berkurang 1,3 sampai 1,5 persen yaitu dehidrasi ringan, dapat menimbulkan gangguan emosional dan suasana hati. Seseorang akan lebih sensitif, lebih mudah marah dengan sesuatu hal, tidak bisa berpikir jernih untuk menyelesaikan masalah.
Selain emosional yang meningkat, konsentrasi juga menurun. Tingkat fokus saat berkendara menjadi berkurang, sedangkan untuk berkendara dibutuhkan tingkat fokus yang lebih agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.
“Dehidrasi juga mengurangi tingkat konsentrasi seseorang. Bagi pengendara sepeda motor ini sangat berbahaya sekali. Salah satu faktor kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu pengendara kehilangan konsentrasinya saat berkendara.
Pencegahan dehidrasi bisa dilakukan dengan mudah. Seperti mengkonsumsi lebih banyak air putih, mengenakan pakaian yang tipis dan longgar serta berpori agar tidak gerah. Segera beristirahat ketika sedang dalam perjalanan apabila sudah merasa lelah dan lemas, jangan dipaksakan melanjutkan perjalanan.
“Perbanyak minum air putih untuk mengisi cairan yang hilang di dalam tubuh, untuk pengendara motor lebih baik menggunakan jaket atau pakaian yang berbahan tipis pada saat siang hari. Segera berisitirahat sejenak apabila konsentarasi sudah mulai hilang dan kondisi tubuh sudah mulai lelah atau sudah merasakan pusing, tidak perlu dipaksakan.
Sumber : BMKG, Nusa Tenggara dan sumber lainnya’kr’
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026