Kamis, 9 Maret 2023 di studio RPKD FM hadir ketua Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKM) Pengurus cabang Denpasar Ni Nyoman Sudarti,S.KM serta Ni Wayan Oktariani sebagai Bendahara yang membahas perilaku smart mencegah stunting. Perkembangan anak sejak dini perlu diperhatikan agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Namun berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada tahun 2022. Stunting adalah kondisi yang tandai dengan kurangnya tinggi badan anak dibandingkan dengn anak-anak seusianya. Stunting terdeteksi saat usia anak 2 tahun. Penyebab utamanya yakni kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak. Jika dibiarkan dalam jangka panjang akan mempengaruhi perkembangan otak dan psikologinya. Peran keluarga terutama orangtua dan lingkungan juga penting dalam mencegah stunting. Pengobatan stunting baiknya segera dilakukan secara medis. Berikut cara mencegah stunting: Penuhi asupan gizi yang seimbang sejak masa kandungan pada ibu dan memastikan anak makan makanan yang bergizi terutama buah dan sayur, Aktif minum Tablet Tambah Darah bagi Ibu hamil 1 tablet setiap hari (minimal 90 tablet selama kehamilan) dan bagi remaja putri 1 tablet seminggu sekali, Periksa kehamilan minimal 6 (enam) kali/ 2 (dua) kali oleh dokter menggunakan USG, Konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan, Datang dan lakukan pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan, ASI ekslusif selama 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun.
(Angga)
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026