PENYELERASAN PENDIDIKAN DENGAN DUNIA KERJA
Secara konsep sudah dibangun sejak lama, yang mana merupakan upaya menyelaraskan atau men-sinkronkan pendidikan dan dunia kerja. Sehingga perlu responsef terhadap kebutuhan dunia kerja,oleh karena itu perlu adanya system pembelajaran yang baik agar bisa membuat keluaran atau output agar dapat menghasilkan SDM yang sudah siap bersaing. Selin itu juga diperlukan dukungan oleh stakeholder dan masyarakat, pemerintah dan semua element sehingga bisa mewujudkan penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja. Demikian diungkapkan oleh Dr. Sri Gunani Pratiwi selaku Tim Ahli Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam talkshow interaktif di RPKD FM 92.6 yang dipandu oleh Nadia Risna Rabu, 06 Juni 2012.
Lebih jauh dijelaskan oleh Dr.Maria Anityasari, harus adanya relevansi kelulusan sehingga benar benar menghasikan lulusan yang baik dan professional. Program ini diharapkan diterima oleh masyarakat sehingga benar benar menciptakan lulusan yang professional dan berguna di dunia kerja.
Perlu adanya penyelarasan dalam hal memilih pendidikan yang sesuai dengan bidang yang memang disukai dan sesuai dengan kemampuan. Harus pula mempertimbangkan bakat dan minat sehingga bisa menjadi jalan yang baik dalam output atauhasil yang bisa di capai ketika lulus nanti. Harus juga memperhatikan peluang pada bidang bidang yang bisa dijadikan acuan kedepan terutama ketika akan menginjka dunia kerja. Peran serta guru ini sangat besar, agar siswa tidak ikut ikutan memilih program dan karakteristik pekerjaan yang akan dipilih. Peran serta guru dalam hal ini bisa memberikan gambaran dunia kerja sehingga bisa diterima oleh siswa sebagai calon pencari kerja. Peranan guru dan orang tua sangat besar dalam hal ini wawasan sehingga anak atau siswa siap melangkah ke jenjang selanjutnya.
Selain itu komunikasi antara orang tua dan anak sangat diperlukan. Hal ini guna memberikan gambaran kepada anak apabila akan memilih pendidikan atau pekerjaan yang cocok dan bisa dijadikan acuan ke depannya. Sudah bukan jamannya lagi orang tua memaksakan apa yang seharusnya menjadi pilihan anak untuk memilih jenjang pendidikan atu karirnya kedepan. Peran serta orang tua sangat diperlukan utnuk mendukunga apa yang bisa dilakukan oleh anak untuk bisa menjadi SDM yang berkulaitas dan professional.
Mau tidak mau kita harus membangun SDM yang bagus untuk kemajuan negara. Hal ini sangat penting dikarenakan SDM ini menentukan persaingan internasional kedepan. Pemerintah perlu mempersiapkan alat untuk orientasi yang berkualitas dan ini menjadi penentu kedepan bagaimana melanjutkan semua hal yang berkaitan dengan dunia kerja yang lebih professional.
Dalam talkshow interaktif ini ada satu pertanyaan dari pendengar yang menanyakan tentang bagaimana dengan kondisi realita sekarang yang banyak lulusan sarjana atau sekolah yang memilih untuk bekerja diluar negeri. Dijelaskan oleh Dr. Sri ini karena berbedanya reward yang mungkin lebih besar dari negara kita. Dalam system pemerintahan pun seharusnya bisa dirubah untuk bisa menyetarakan kualitas SDM dengan luar negeri. SDM kedepan harus ditingkatkan kualitasnya dan bisa dihargai untuk melanjutkan program pembangunan negara. Hal ini untuk mewujudkan insan berkualitas untuk kedepannya. SDM yang baik diharapkan bisa diperbaiki kembali oleh negara sehingga benar benar bisa memberikan reward yang bagus dan besar untuk SDM yang ada di negara kita. Hal ini juga diharapkan menjadi perhatian serius oleh semua elemen masyarakat.
Sebelum talkshow interaktif ini diakhiri diharapakan etos kerja diperbaki kembali sehingga output-nya bisa mencetak SDM yang unggul dan berkualitas. Dalam penyelarasan dunia pendidikan dan dunia kerja harus ada penyeimbangan dalam hal karakter sehingga bisa menyiapkan bagaimana nantinya bisa masuk dunia kerja dengan menunjukkan karakter bangsa.
*db