Menu

PENTINGNYA EDUKASI INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA

  • Rabu, 16 Juli 2025
  • 661x Dilihat

Infeksi Menular Seksual adalah kelompok penyakit yang menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual, baik itu melalui hubungan vaginal, oral, maupun anal. Dalam Talkshow di RPKD (16/7) bersama I Nyoman Dana, SKM., M.Kes (Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar), Ni Made Diar Laksmiati K (Forum Anak Daerah Kota Denpasar), Juliya (Relawan KISARA Bali) berbagi informasi tentang tren peningkatan kasus IMS di Kota Denpasar. Juliya menyampaikan IMS seperti sifilis, gonore, hingga HIV/AIDS dapat menyebar secara diam-diam dan berdampak serius bagi kesehatan jangka panjang.

Stigma dan minimnya pengetahuan membuat banyak remaja takut untuk memeriksa diri atau sekadar bertanya. I Nyoman Dana, SKM., M.Kes mengatakan Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kota Denpasar mengalami peningkatan, khususnya di kalangan usia remaja. Fakta ini bukan sekadar angka, tapi tanda bahwa kita perlu lebih terbuka dan sadar tentang pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Ni Made Diar Laksmiati K mengatakan Peer to Peer Program (Peer Education Program) adalah pendekatan edukasi di mana remaja atau anak muda saling berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan kepada teman sebayanya mengenai topik tertentu, seperti kesehatan reproduksi, IMS dan pencegahannya, HIV/AIDS, narkoba, hingga kekerasan seksual.

Upaya pencegahan yang komprehensif membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses dan edukatif oleh Dinas Kesehatan, penguatan edukasi berbasis teman sebaya oleh KISARA Bali, hingga pelibatan aktif suara remaja melalui Forum Anak Daerah. Edukasi seksual harus diberikan sejak dini dan secara terbuka, layanan kesehatan perlu diakses dengan nyaman dan tanpa stigma serta anak muda harus berani bertanya, peduli, dan menjaga diri sendiri maupun teman sebayanya. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas remaja, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dapat meningkat dan angka kasus IMS di Kota Denpasar dapat ditekan secara signifikan.

IMS dapat memiliki dampak serius pada remaja, termasuk : 

  • Masalah kesehatan reproduksi: Infeksi dapat menyebabkan peradangan pada organ reproduksi, infertilitas, dan komplikasi kehamilan. 
  • Penyebaran infeksi ke pasangan: Remaja yang terinfeksi dapat menularkan IMS kepada pasangannya. 
  • Dampak psikologis: Remaja yang terinfeksi IMS dapat mengalami stres, kecemasan, dan depresi. 
  • Penyebaran HIV/AIDS: Beberapa IMS, seperti sifilis dan herpes genital, dapat meningkatkan risiko penularan HIV.                                                                                                                                                                                                                                                           Pencegahan IMS pada remaja melibatkan beberapa langkah, yaitu :
  • Edukasi:

    Memberikan edukasi tentang IMS, cara penularannya, dan cara pencegahannya. Edukasi ini penting untuk remaja dan juga orang tua mereka. 

  • Akses ke layanan kesehatan:

    Memastikan remaja memiliki akses ke layanan kesehatan reproduksi, termasuk tes IMS dan konseling. 

  • Perilaku seksual yang aman:

    Mendorong remaja untuk melakukan hubungan seksual yang aman, termasuk penggunaan kondom dan menghindari berganti-ganti pasangan. 

  • Vaksinasi:

    Vaksinasi tersedia untuk beberapa jenis IMS, seperti HPV, yang dapat membantu mencegah kutil kelamin dan kanker serviks. 

  • Membangun kesadaran:

    Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang IMS pada remaja dan pentingnya pencegahan. 

  • Pentingnya Peran Orang Tua dan Tenaga Kesehatan:

    Orang tua dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mencegah IMS pada remaja: 

  • Orang tua:

    Membuka komunikasi terbuka dengan anak-anak mereka tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi. Memberikan informasi yang akurat dan mendukung. 

  • Tenaga kesehatan:

    Memberikan edukasi, tes, dan konseling yang berkualitas tentang IMS kepada remaja. Memastikan akses ke layanan kesehatan yang terjangkau.                                                                                                                                                                                                      Dengan upaya bersama, IMS pada remaja dapat dicegah dan dikelola dengan efektif, sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan kesehatan yang optimal.