TEMA : PENGGUNAAN KONDOM MENGANTISIPASI SEX BERESIKO
NARASUMBER : Edi Putra
Yuni Karunia
Aya Plewira
Host : Wisnu
Semua orang sudah tidak asing lagi mendengar kontrasepsi. Kontrasepsi yang sering digunakan bahkan dijual dibeberapa tempat salah satunya adalah kondom. Kondom sering digunakan oleh orang yang sudah aktif melakukan hubungan seksual. Penggunaan kondom masih dianggap tabu , NAMUN mulai terjadi pro kontra terhadap penjualan kondom secara bebas oleh beberap pihak, namun bila dilihat dari sudut pandang positif pengunaan kondom dapat mencegah KTD dan aborsi, penularan HIV/ AIDS dan penularan infeksi secara seksual.
Menurut Narasumber kita Edi Putra Kontrasepsi berasal dari kata ‘kontra’ yang berarti mencegah/menghalangi dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi, Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi dapat menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormon, alat ataupun melalui prosedur operasi. Tingkat efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari usia, frekuensi melakukan hubungan seksual dan yang terutama apakah menggunakan kontrasepsi tersebut secara benar.
Tujuan penggunaan kontrasepsi adalah untuk menunda kehamilan ,menghentikan kehamilan ,dan menjarangkan kehamilan.
1. Suntik
Suntikan kontrasepsi diberikan setiap 3 bulan sekali. Suntikan kontrasepsi mengandung hormon progestogen yang menyerupai hormon progesterone yang diproduksi oleh wanita selama 2 minggu pada setiap awal siklus menstruasi. Hormon tersebut mencegah wanita untuk melepaskan sel telur sehingga memberikan efek kontrasepsi.
2. Implan
Implan atau susuk kontrasepsi adalah alat kontrasepsi yang berbentuk batang dengan panjang sekitar 4 cm yang di dalamnya terdapat hormon progestogen, implan ini kemudian dimasukkan ke dalam kulit di bagian lengan atas. Hormon tersebut kemudian akan dilepaskan secara perlahan dan implan ini dapat efektif sebagai alat kontrasepsi selama 3 tahun.
3. IUD & IUS
IUD (intra uterine device) berbentuk seperti huruf T yang lentur dan diletakkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan, efek kontrasepsi didapatkan dari lilitan tembaga yang ada di badan IUD. IUD merupakan salah satu kontrasepsi yang paling banyak digunakan di dunia. Efektivitas IUD sangat tinggi sekitar 99,2-99,9 %, tetapi IUD tidak memberikan perlindungan bagi penularan penyakit menular seksual (PMS). IUS (intra uterine system) adalah modifikasi lain dari IUD. Bila pada IUD efek kontrasepsi berasal dari lilitan tembaga dan dapat efektif selama 12 tahun maka pada IUS efek kontrasepsi didapat melalui pelepasan hormon progestogen dan efektif selama 5 tahun.
4. Pil Kontrasepsi
Pil kontrasepsi dapat berupa pil kombinasi (berisi hormon estrogen & progestogen) ataupun hanya berisi progestogen saja. Pil kontrasepsi bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi dan mencegah terjadinya penebalan dinding rahim.
5. Kondom
Kondom merupakan jenis kontrasepsi penghalang mekanik. Kondom mencegah kehamilan dan infeksi penyakit kelamin dengan cara menghentikan sperma untuk masuk ke dalam vagina. Kondom pria dapat terbuat dari bahan latex (karet), polyurethane (plastik), sedangkan kondom wanita terbuat dari polyurethane.
Beberapa Alasan remaja akrab dengan kondom:
1. Dorongan seks yang kuattanpa mampu mengontrol hasrat seksual yang dimilikinya.
2. Terbatasnya Pendidikan seks di kalangan remaja. Remaja mencari informasi dari sumber lain atau dengan cara coba-cobamelakukan hubungan seksual.Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba.
3. Perilaku remajayang sudah sangat bebas dan seakan tidak memperdulikan adanya hubungan seks pra nikah.Sehingga menyalahgunaan masa pacaran dengan kegiatan seksual yang berbahaya dan tidak sehat.
4. Pengaruh lingkungan , kelompok sebaya, dan media terhadap promosi kondom.
5. Ketidakpekaan orang tua terhadap pengawasan pergaulan remaja.
6. Ketakutan akan mengalami KTD.
Cara Mencegah Perilaku Seks Bebas di Kalangan Remaja
1. Memperkuat iman dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memberikan pendidikan seksual yang benar sedini mungkin sesuai cakupan umur.
3. Memperkuat hubungan orang tua dan remaja dirumah, terkait menjaga remaja agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang salah.
4. Memperbanyak kegiatan yang positif dan selektif menentukan lingkungan pergaulan yang benar (memilih teman).
5. Menunda hubungan seksual sebelum menikah.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026