Divisi Khusus Komunitas Mahasiswa Peduli Tembakau (DK KMPT) di Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (HMKM FK Unud) hadir dalam talkshow Radio Publik Kota Denpasar (7/11) membahas pengaruh asap rokok terhadap kualitas udara. I Gusti Ayu Ketut Manik Wulandari menjelaskan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, termasuk 7,4% di antaranya adalah remaja berusia 10-18 tahun. Banyaknya perokok ini berdampak signifikan terhadap kualitas udara, karena asap rokok yang dihasilkan mengandung berbagai zat berbahaya.
I Gusti Agung Ngurah Manika juga menyebutkan bahwa asap rokok dapat meningkatkan konsentrasi bahan pemicu kanker di udara hingga tiga kali lipat, serta memperburuk kualitas udara dengan meningkatkan jumlah bahan iritan pernapasan. Selain membahayakan kesehatan, dampak asap rokok juga dirasakan oleh lingkungan. Setiap tahun, sekitar 766.571 ton puntung rokok mencemari lingkungan. Puntung ini tidak hanya berkontribusi pada akumulasi sampah plastik tetapi juga mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari tanah dan air. Pembuangan puntung rokok yang tidak tepat juga menambah masalah pengelolaan limbah di kota-kota besar. Keduanya mengharapkan para masyarakat untuk selalu hindari merokok karena merokok memiliki dampak buruk yang tidak hanya dirasakan oleh perokok, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026