Luka bakar sering kita alami dalam kegiatan sehari-hari di rumah, dan luka bakar ini tidak boleh diobati dengan Sembarang. Luka bakar merupakan jenis luka yang mengakibatkan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Akibat pertama dari terjadinya luka bakar pada seseorang adalah shock karena terkejut dam kesakitan. Ni luh Diah Pradnya Kerthiari, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam talkshow bersama 92,6 FM Radio Publik Kota Denpasar menjelaskan pertolongan pertama pada penderita luka bakar ringan di rumah, dapat dilakukan dengan cara segera menghindari sumber api atau panas. Kemudian untuk jenis luka bakar ringan dapat ditangani dengan menggunakan air mengalir pada daerah luka bakar untuk mengurangi rasa nyeri air dapat mencegah meluasnya kerusakan jaringan pada luka bakar, selain itu jaga kebersihan luka dan kompres daerah luka dengan air dingin tidak menggunakan es sampai rasa nyeri berkurang yang terpenting adalah jangan mengoleskan mentega, minyak, pasta gigi, maupun serbuk obat pada luka karena dapat mengganggu proses pengobatan luka selanjutnya, serta dapat menyebabkan infeksi pada luka. Kandungan zat yang terdapat pada pasta gigi seperti pemutih, pewarna dan kandungan mint dapat memperparah luka bakar sehingga memicu timbulnya infeksi dan menyebabkan kulit semakin melepuh. Tutup daerah luka dengan perban agar terhindar dari debu maupun bakteri, jika luka bakar yang terjadi cukup parah pergilah ke rumah sakit maupun klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ni Made Lisa Wulandari yang juga salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana juga menjelaskan mengenai pembalutan pada luka bakar harus dilakukan dengan benar dan sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis karena jika pembalutan dilakukan dengan cara dan tempat yang tidak seharusnya maka akan dapat memperparah dan mempersulit proses pembersihan luka pembalutan pada luka biasanya dilakukan untuk menutup dan melindungi luka dari debu maupun bakteri yang dapat menyebabkan infeksi akan tetapi pada kasus ini tidak semua luka bakar memerlukan pembalutan. Janganlah anggap remeh luka bakar yang anda alami di rumah terlebih lagi sampai mengalami mati rasa atau munculnya cairan berwarna putih yang bisa memperparah infeksi pada luka anda, sebaiknya periksakan kondisi luka bakar anda ke Puskesmas ataupun layanan kesehatan terdekat (erd).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026